Pemerintah Singapura resmi meluncurkan paket transisi komprehensif bagi pengemudi taksi dan kendaraan sewa pribadi guna menghadapi pergeseran industri menuju kendaraan otonom (AV). Langkah strategis ini mencakup program konversi karier serta insentif pelatihan finansial hingga S$1.600 atau sekitar Rp18 juta per pengemudi.
Senior Minister of State for Transport, Sun Xueling, menyampaikan dalam sidang parlemen bahwa pemerintah menyadari potensi disrupsi teknologi kecerdasan buatan (AI) terhadap model bisnis transportasi konvensional. Oleh karena itu, penerapan teknologi AV akan dilakukan secara bertahap dengan kecepatan yang dapat diterima oleh masyarakat luas untuk meminimalisir dampak sosial.
Paket ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Transportasi, Kementerian Tenaga Kerja, NTUC, serta mitra industri seperti Grab Singapura dan ComfortDelGro. Sinergi ini bertujuan untuk memberikan dukungan praktis yang relevan dengan kebutuhan pengemudi di lapangan, terutama dalam menutupi biaya peluang selama mereka mengikuti pelatihan.
Salah satu program utama adalah konversi karier menjadi 'spesialis AV'. Pengemudi akan dibekali keterampilan teknis untuk peran baru seperti operator keselamatan, operator jarak jauh, dan manajemen armada. Program ini menawarkan dukungan gaji hingga 90 persen, yang dikelola oleh Skills and Workforce Development Agency (SWDA) bersama otoritas transportasi setempat.
Selain beralih ke sektor AV, pengemudi juga diberikan jalur karier alternatif untuk menjadi pengemudi bus profesional melalui program khusus. Inisiatif ini akan mulai diimplementasikan pada kuartal ketiga tahun ini dan dikelola secara administratif oleh Federasi Pengusaha Nasional Singapura untuk memastikan kelancaran transisi tenaga kerja.
Sebagai pelengkap, pemerintah juga akan menguji coba skema insentif pelatihan baru mulai Januari mendatang selama tiga tahun. Pengemudi yang memenuhi syarat dapat memilih dari sekitar 2.000 kursus yang didukung negara, dengan insentif sebesar S$20 per jam untuk maksimal 80 jam. Dana ini diharapkan mampu membantu pengemudi menutupi biaya sewa kendaraan dan kehilangan pendapatan selama masa pelatihan berlangsung.