Ekonom Universitas Indonesia, Kiki Verico, menegaskan pentingnya langkah sinkronisasi antara strategi perdagangan internasional dan kebijakan investasi nasional. Upaya ini dipandang sebagai solusi strategis untuk memastikan bahwa aktivitas ekspor tidak sekadar mengejar volume, melainkan mampu menggerakkan industrialisasi domestik secara masif sekaligus menciptakan lapangan kerja baru yang berkesinambungan.
Dalam lanskap ekonomi global yang terus berubah, Indonesia dituntut untuk meninggalkan pola lama yang memisahkan antara aktivitas perdagangan dan arus investasi. Selama ini, perdagangan internasional sering kali hanya dipandang sebagai pintu keluar masuk barang. Kiki menekankan bahwa paradigma tersebut harus bergeser ke arah integrasi yang mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri melalui pengolahan produk hilir.
Transformasi ini bukan sekadar wacana teknis, melainkan fondasi untuk memperkuat struktur ekonomi jangka panjang. Dengan mengintegrasikan investasi ke dalam rantai pasok perdagangan, Indonesia dapat meminimalisir ketergantungan pada bahan baku impor dan memperkuat kapasitas produksi industri lokal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Sebagai indikator efisiensi, penggunaan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) menjadi krusial dalam mengukur keberhasilan kebijakan ini. Kiki menyarankan agar pemerintah menjaga rasio ICOR di kisaran lima hingga enam persen. Angka ini dianggap sebagai titik ideal untuk memastikan bahwa setiap rupiah investasi yang ditanamkan mampu menghasilkan output pertumbuhan ekonomi yang optimal bagi masyarakat.
Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) menjadi bukti nyata bagaimana sektor padat karya memegang peranan vital dalam ekonomi nasional. Hingga semester pertama tahun 2026, sektor ini berhasil menyerap sekitar 3,8 juta tenaga kerja dengan nilai ekspor mencapai 4,85 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan bahwa ketika sebuah industri tumbuh, efek dominonya merambah hingga ke sektor penunjang seperti layanan transportasi hingga usaha mikro di sekitar kawasan industri.
Namun, tantangan terbesar tetap terletak pada kualitas institusi serta kepastian regulasi yang menjadi penopang utama iklim investasi. Kebijakan ekonomi yang berkualitas harus didukung oleh kerangka hukum yang stabil, sehingga investor memiliki kepercayaan untuk menanamkan modalnya dalam jangka panjang tanpa dibayangi ketidakpastian regulasi yang berubah-ubah.
Di sisi lain, sektor-sektor yang masih memiliki ketergantungan tinggi pada impor, seperti komoditas daging dan kedelai, perlu menjadi prioritas dalam peta jalan investasi. Dengan menyuntikkan investasi pada rantai produksi dan pengolahan domestik, Indonesia berpeluang menciptakan nilai tambah yang selama ini justru dinikmati oleh negara eksportir.
Pemerintah juga memikul tanggung jawab untuk terus mendorong perusahaan nasional agar mampu memenuhi standar kualitas internasional. Persaingan di pasar global tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga standar kepatuhan yang ketat dari negara mitra. Peningkatan daya saing ini menjadi langkah wajib jika Indonesia ingin naik kelas dari sekadar pemain komoditas menjadi produsen barang jadi.
Ke depan, integrasi ini akan menjadi ujian bagi konsistensi pengambilan kebijakan nasional. Keberhasilan dalam menyelaraskan strategi perdagangan dan investasi akan menentukan seberapa cepat Indonesia mampu melakukan lompatan transformasi ekonomi yang selama ini dicita-citakan oleh berbagai pemangku kepentingan.
Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pemetaan sektor prioritas yang memiliki multiplier effect tinggi. Dengan fokus pada industri yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus memiliki orientasi ekspor yang kuat, Indonesia akan lebih siap dalam menghadapi guncangan ekonomi global di masa depan.
Secara keseluruhan, sinergi antara kebijakan investasi dan perdagangan merupakan kebutuhan mendesak. Tanpa integrasi yang terarah, potensi ekonomi nasional akan sulit dioptimalkan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan institusi pendidikan seperti UI menjadi kunci utama dalam merumuskan kebijakan yang relevan dengan tantangan zaman.
Dengan memadukan penguatan industri domestik dan ekspansi pasar internasional, Indonesia tidak hanya akan meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi secara statistik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan lapangan kerja yang luas dan berkualitas.