SEOUL – Sejumlah konglomerat raksasa asal Korea Selatan, yakni SK Group, Hyundai Motor Group, dan Hanwha, secara resmi mengumumkan rencana investasi besar-besaran senilai 195 miliar dolar AS atau setara dengan Rp3.000 triliun. Inisiatif strategis ini difokuskan pada pengembangan teknologi mutakhir, mulai dari robotika, kecerdasan buatan (AI) dalam manufaktur, mobilitas otonom, hingga sektor kedirgantaraan.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam sebuah acara besar yang menyoroti inisiatif industri lanjutan di wilayah Yeongnam, Korea Selatan bagian tenggara. Acara ini merupakan bagian dari serangkaian pengumuman proyek mega-skala yang dihadiri langsung oleh Presiden Lee Jae Myung, menandakan dukungan penuh pemerintah terhadap transformasi industri nasional menuju ekonomi berbasis teknologi tinggi.
Hanwha Group, yang kini telah mengukuhkan posisinya sebagai produsen pertahanan utama, menyatakan komitmen investasi sebesar 55 triliun won. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan satelit, wahana peluncur luar angkasa, serta pembangunan pusat data AI yang dirancang khusus untuk sektor pertahanan dan eksplorasi ruang angkasa, sebagaimana dijelaskan oleh Wakil Pimpinan Hanwha, Kim Dong-kwan.
Sementara itu, Hyundai Motor Group menegaskan fokusnya pada inovasi mobilitas dengan mengalokasikan 42 triliun won dalam satu dekade ke depan. Investasi ini mencakup pengembangan kendaraan otonom, integrasi AI ke dalam proses manufaktur otomotif, serta produksi komponen kedirgantaraan generasi terbaru yang akan menjadi tulang punggung operasional perusahaan di masa depan.
Samsung Group tidak ketinggalan dengan rencana investasi strategisnya. Samsung Electronics berencana menanamkan 19 triliun won di kota Gumi untuk pengembangan robot humanoid, pembangunan pusat data AI, serta ekspansi fasilitas produksi ponsel pintar. Langkah ini diperkuat dengan alokasi tambahan sebesar 16 triliun won oleh Samsung SDI untuk jalur produksi baterai canggih, serta investasi besar oleh Samsung Heavy Industries dan Samsung Electro-Mechanics untuk mendukung infrastruktur maritim dan elektronik.
Di sisi lain, SK Group mencatat komitmen investasi paling masif dengan angka 140 triliun won yang akan difokuskan pada pembangunan pusat data AI di kota Ulsan. Ekspansi infrastruktur digital ini diharapkan mampu mendukung ekosistem teknologi yang lebih luas dan memperkuat daya saing Korea Selatan sebagai pusat inovasi global di tengah persaingan ekonomi dunia yang semakin ketat.