Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) memulai pembangunan saluran air bawah tanah menggunakan metode jacking di Jalan Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Cilandak. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi genangan air yang rutin terjadi di kawasan padat penduduk dan lalu lintasnya. Wali Kota Jaksel Syafrin Liputo menjelaskan, teknologi jacking dipilih karena efisien dan tidak membutuhkan pembongkaran permukaan jalan secara penuh. "Proyek ini direncanakan berlangsung enam bulan. Dengan metode jacking, kami berharap area yang biasa tergenang, mulai dari Karang Tengah hingga ke kawasan Adhyaksa dapat diminimalisasi bahkan dihilangkan," ujar Syafrin kepada wartawan. Dia menambahkan, muara akhir dari proyek ini akan mengalir langsung ke Kali Pesanggrahan. Menurutnya, tekanan air hujan yang terus-menerus selama musim hujan sudah membuat sistem drainase lama tidak mampu lagi menampung lumpasanya. Oleh karena itu, pembangunan ini dianggap penting agar warga tetap aman dan nyaman. Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan mengklaim, solusi ini merupakan langkah strategis agar tidak terjadi gangguan besar bagi aktivitas harian warga sekitar. Pemasangan pipa jacking dilakukan dengan kedalaman mulai dari 7 meter di titik tengah, hingga 9 hingga 12 meter di titik hulu dan hilir. Hal ini dilakukan agar aliran air dapat optimal dan tidak tersumbat oleh permukaan jalan di atasnya. Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan, pipa yang dipasang memiliki diameter 1,2 meter dan panjang total 1.298 meter. "Volume pengerjaan hampir sepanjang 1.300 meter dari PHB Pertanian sampai ke PHB Adhyaksa," katanya. Santo menambahkan, saat ini tim proyek sudah berada di Pit 1 dari total 10 pit yang akan dibangun. Ia menargetkan proyek rampung pada awal Desember mendatang. Menurutnya, titik genangan yang sering melanda sebelumnya, seperti persimpangan PHB Pertanian, Kompleks DKI, Kompleks Bona Indah, hingga kawasan Adhyaksa, diharapkan tidak akan terjadi lagi setelah proyek ini selesai. Kapasitas penampungan di PHB Adhyaksa, kata dia, sudah cukup besar untuk menampung aliran dari hulu. Santo juga meminta maaf atas gangguan lalu lintas yang mungkin timbul selama proses konstruksi berlangsung. "Kami mengajak masyarakat untuk tetap sabar dan mematuhi rekayasa lalu lintas yang telah ditetapkan," pungkasnnya. Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan warga harus tetap menjadi prioritas utama. Metode jacking, yang dikenal juga sebagai teknik gerak pipa bawah tanah, memungkinkan pemasangan tanpa perlu mengguncang permukaan jalan secara signifikan. Teknik ini relatif baru di Indonesia, meski sudah lama diterapkan di negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan. Di Tanah Air, penggunaannya masih terbatas pada proyek-proyek besar yang memerlukan ketelitian tinggi. Namun, dengan semakin kompleksnya jaringan drainase kota, kemungkinan besar metode ini akan lebih sering diterapkan di berbagai daerah. Jakarta, yang seringkali diguyur hujan lebat, membutuhkan inovasi-inovasi seperti ini untuk menjaga kelancaran hidup kota tetap terjaga. Banjir yang meluas di banyak kawasan selama musim hujan sudah menjadi masalah rutin yang menyita perhatian pemerintah maupun warga. Dampaknya tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada ekonomi dan kesehatan masyarakat. Genangan air yang tersedia lama bisa menjadi sarana pembreeding nyamuk, berpotensi memicu wabah demam berdarah atau malaria. Oleh itu, langkah preventif seperti ini sangat penting. Dengan adanya saluran baru, bukan hanya genangan air yang berkurang, tetapi juga risiko penyakit yang ditularkan melalui air yang menjadi lebih rendah. Tak hanya itu, mobilitas kendarar di kawasan padat seperti Lebak Bulus dan Karang Tengah juga bisa kembali normal tanpa gangguan akibat banjir. Ini penting mengingat kawasan ini merupakan pusat perbelanjaan dan perkantoran utama. Proyek ini juga menjadi uji coba bagi pemerintah kota untuk melihat efektivitas metode jacking dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Jika berhasil, kemungkinan besar langkah serupa akan diterapkan di kawasan lain yang rawan banjir. Di sisi lain, penting bagi pihak terkait untuk tetap menjaga komunikasi yang baik dengan warga agar dampaknya tetap minimal. Kolaborasi antar-departemen juga perlu ditingkatkan agar proyek-proyek sejenis dapat berjalan lancar di masa mendatang. Teknologi jacking, yang memungkinkan pemasangan pipa secara horizontal di dalam tanah, semakin relevan seiring meningkatnya kepadatan lalu lintas dan bangunan di kota. Jakarta butuh solusi yang cepat dan efisien untuk menangani masalah banjir yang sudah lama. Dengan proyek ini, setidaknya satu bagian dari kota bisa bernapas lega saat musim hujan tiba. Semoga hasilnya dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia yang sedang berjuang melawan banjir. Pemerintah juga diharapkan dapat menyalurkan dana yang cukup agar proyek-proyek serupa dapat dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah.
Jaksel Pasang Saluran Jacking, Atur Banjir Karang Tengah-Lebak Bulus
Ringkasan
- Pemerintah Jakarta Selatan memasang saluran air bawah tanah dengan metode jacking di Jalan Karang Tengah Raya untuk atur genangan banjir yang rutin terjadi.
Mengapa Ini Penting
Banjir yang terus-menerus di banyak kawasan Jakarta bukan hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan serta kerusakan ekonomi yang signifikan. Solusi seperti metode jacking menunjukkan bahwa ada alternatif teknologi yang lebih canggih dan ramah lingkungan untuk mengatasi masalah ini. Jika berhasil diterapkan secara luas, langkah ini bisa menjadi model bagi kota-kota besar lain di Indonesia yang juga sedang berjuang melawan banjir akibat perubahan iklim dan urbanisasi yang pesat. Di sisi lain, keberhasilan proyek ini dapat mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merencanakan infrastruktur yang berkelanjutan. Pentingnya kolaborasi antar-pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat juga semakin terasa agar solusi yang diimplementasikan benar-benar efektif dan berkelanjutan.
- Sumber Asli
- CNN Indonesia Nasional
- Tanggal
- 18 Agustus 2026
- Waktu Baca
- 5 menit