Internasional

Jusuf Kalla Sampaikan Belasungkawa untuk Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad

Ringkasan

  • Jusuf Kalla mengunjungi Kedutaan Besar Qatar di Jakarta untuk menyampaikan duka cita atas wafatnya mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani pada usia 74 tahun, serta mengikuti salat gaib di Masjid Istiqlal bersama pejabat tinggi negara.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla mendatangi Kedutaan Besar Qatar di Jakarta pada Selasa lalu untuk menyampaikan duka cita atas wafatnya mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Tokoh yang memimpin Qatar selama nyaris dua dekade itu meninggal pada usia 74 tahun. Kepergiannya meninggalkan jejak transformasi besar bagi negara Teluk tersebut, dari ekonomi hingga pengaruh global.

Di kedutaan, Jusuf Kalla secara langsung menyampaikan ucapan belasungkawa kepada perwakilan Qatar. "Saya mengucapkan duka cita yang dalam atas wafatnya Yang Mulia Amir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Semoga Allah SWT memberikan tempat yang tinggi di sisi-Nya," kata Jusuf Kalla dalam keterangan resmi. Sebagai bentuk penghormatan lebih lanjut, ia juga mengikuti salat gaib yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta. Salat gaib itu dilaksanakan bertepatan dengan salat zuhur dan dipimpin Imam Masjid Istiqlal Ustaz Husni Ismail.

Kehadiran Jusuf Kalla dalam salat gaib tersebut bukan tanpa makna. Ia hadir bersama sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari. Sejumlah duta besar negara sahabat dari negara-negara mayoritas Muslim juga turut hadir. Ini menunjukkan solidaritas dan penghormatan Indonesia terhadap tokoh yang dianggap berjasa besar bagi perkembangan Qatar dan hubungan bilateral.

Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani memerintah Qatar dari 1995 hingga 2013. Di bawah kepemimpinannya, Qatar mengalami lompatan besar. Ia menggenjot pengembangan industri gas alam cair (LNG), menjadikan Qatar salah satu eksportir LNG terbesar dunia. Ia juga mendirikan jaringan media Al Jazeera yang kini dikenal luas sebagai salah satu media berita global paling berpengaruh. Selain itu, upaya diplomatik dan investasinya berhasil membawa Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022—prestasi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya untuk negara sekecil Qatar.

Dalam konteks hubungan bilateral, Qatar merupakan mitra penting bagi Indonesia. Kerja sama di bidang energi, khususnya LNG, telah berlangsung lama. Banyak tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Qatar, terutama di sektor konstruksi dan jasa. Dengan wafatnya Sheikh Hamad, Indonesia kehilangan salah satu sahabat yang telah banyak berjasa dalam memperkuat hubungan kedua negara. Namun, kepemimpinan telah beralih ke putranya, Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang diharapkan melanjutkan kebijakan ayahnya.

Jusuf Kalla sendiri memiliki hubungan dekat dengan kalangan Timur Tengah. Sebagai tokoh senior yang juga aktif dalam penyelesaian konflik, ia kerap menjalin komunikasi dengan para pemimpin negara Muslim. Kunjungannya ke kedutaan Qatar dan keikutsertaannya dalam salat gaib adalah bentuk penghormatan personal dan kenegaraan. Langkah ini sekaligus menegaskan pentingnya hubungan Indonesia dengan Qatar, yang tidak hanya bersifat diplomatik tetapi juga emosional.

Salat gaib di Masjid Istiqlal menjadi simbol spiritualitas dan kebersamaan umat Islam Indonesia dalam mendoakan pemimpin Muslim dunia. Masjid Istiqlal sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara sering menjadi tempat penyelenggaraan salat gaib untuk tokoh-tokoh besar yang meninggal. Kehadiran Gibran Rakabuming Raka, yang juga menjabat sebagai wakil presiden, menambah bobot acara tersebut sebagai agenda kenegaraan.

Meninggalnya Sheikh Hamad bukan hanya kehilangan bagi Qatar, tetapi juga bagi dunia Islam. Warisannya dalam membangun ekonomi berbasis gas alam dan membangun merek global melalui media dan olahraga patut dicontoh. Ia memilih turun takhta secara sukarela pada 2013, sebuah langkah langka di kawasan yang sering diwarnai perebutan kekuasaan. Kejadian ini memberikan pelajaran tentang pentingnya suksesi damai dan perencanaan kepemimpinan jangka panjang.

Bagi Indonesia, kisah transformasi Qatar di bawah Sheikh Hamad bisa menjadi inspirasi dalam memanfaatkan sumber daya alam secara optimal dan membangun diplomasi lunak (soft power). Keberhasilan Al Jazeera menjadi suara alternatif dunia, misalnya, bisa menjadi refleksi bagi Indonesia yang juga memiliki potensi besar di bidang media dan konten. Sementara prestasi Piala Dunia 2022 menunjukkan bagaimana sebuah negara kecil bisa menjadi pusat perhatian global melalui perencanaan dan investasi strategis.

Ke depan, hubungan Indonesia dengan Qatar diperkirakan tetap kuat. Pemerintahan Emir Tamim telah melanjutkan banyak proyek, termasuk kerja sama investasi dan energi. Kunjungan belasungkawa oleh tokoh senior seperti Jusuf Kalla memperkuat fondasi hubungan yang sudah ada. Dengan warisan Sheikh Hamad yang solid, Qatar tetap menjadi mitra penting di Timur Tengah bagi Indonesia.

Penghormatan yang diberikan Jusuf Kalla ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda Indonesia akan pentingnya hubungan internasional dan nilai-nilai kemanusiaan. Mendoakan pemimpin dari negara lain adalah praktik yang baik dalam mempererat persaudaraan sesama Muslim dan antarbangsa.

Mengapa Ini Penting

Kunjungan Jusuf Kalla menegaskan kedekatan hubungan personal dan diplomatik antara Indonesia dan Qatar, yang strategis bagi energi dan ketenagakerjaan. Warisan Sheikh Hamad dalam transformasi ekonomi, media, dan olahraga menawarkan pelajaran bagi Indonesia dalam memanfaatkan sumber daya dan membangun soft power. Suksesi damai di Qatar juga menjadi contoh penting bagi kawasan dalam kepemimpinan jangka panjang. Penghormatan ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra terpercaya di dunia Islam.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit