Internasional

Kabar Duka, Seniman 'Stick Art Uncle' Asal Pek Kio Meninggal Dunia di Usia 83 Tahun

Kabar Duka, Seniman 'Stick Art Uncle' Asal Pek Kio Meninggal Dunia di Usia 83 Tahun

Ringkasan

  • Thien Yeok Lin, seniman jalanan viral yang dikenal sebagai 'Stick Art Uncle' asal Pek Kio, meninggal dunia di usia 83 tahun.

Kabar duka datang dari komunitas Pek Kio, Singapura. Thien Yeok Lin, seorang seniman jalanan yang dikenal luas dengan julukan 'Stick Art Uncle', dikabarkan telah meninggal dunia pada Rabu, 1 Juli 2026, dalam usia 83 tahun. Sosoknya yang bersahaja meninggalkan kenangan mendalam bagi warga lokal maupun warganet yang mengagumi karya seninya.

Uncle Thien mulai dikenal publik secara luas pada tahun 2020 setelah foto-foto hasil karya seninya viral di media sosial. Ia memiliki keahlian unik dalam merangkai ranting-ranting pohon yang jatuh menjadi sebuah karya seni potret yang menawan. Berbagai figur dari kisah-kisah tradisional Tiongkok sering kali menjadi objek utama dalam setiap karya yang ia buat di atas trotoar jalanan.

Sebelum dikenal sebagai seniman, mendiang menghabiskan masa hidupnya dengan bekerja sebagai pedagang kaki lima. Kreativitasnya tidak berhenti saat ia pensiun, melainkan terus berkembang melalui dedikasinya mengumpulkan ranting setiap hari untuk menciptakan karya baru. Ia bahkan dikenal sangat terbuka dan sering menerima permintaan khusus dari warga sekitar untuk membuatkan potret tertentu.

Kepergian mendiang dikonfirmasi melalui pernyataan resmi dari pihak keluarga. Saat ini, rumah duka telah disiapkan di 47 Owen Road bagi kerabat dan warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Prosesi pemakaman dan kremasi dijadwalkan akan berlangsung pada 4 Juli 2026 mendatang sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang seniman.

Menteri Negara Perdagangan dan Industri Singapura, Alvin Tan, yang juga merupakan anggota parlemen untuk Tanjong Pagar GRC, turut menyampaikan belasungkawa. Dalam sebuah pernyataan, ia menyebut bahwa Uncle Thien adalah sosok yang sangat dicintai oleh komunitas Pek Kio karena keramahannya dan dedikasinya dalam mempercantik ruang publik dengan kesenian yang sederhana namun bermakna.

Alvin Tan juga mengenang sifat rendah hati mendiang yang pernah menolak tawaran pemerintah untuk menyediakan ruang khusus di pusat komunitas atau pusat lingkungan setempat. Uncle Thien lebih memilih untuk tetap berkarya di ruang terbuka, sebuah pilihan yang dihormati oleh pemerintah setempat. Warisan kreativitas dan ketulusan Uncle Thien akan terus diingat sebagai simbol keindahan dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita.

Mengapa Ini Penting

Kisah Uncle Thien menjadi pengingat penting tentang bagaimana kreativitas dan ketulusan individu dapat memperkuat ikatan sosial dalam sebuah komunitas. Di tengah era digital yang serba cepat, dedikasi mendiang terhadap karya seni manual memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk lebih menghargai ruang publik dan interaksi antarmanusia secara nyata.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit