Bisnis & Startup

KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Penumpang Capai 9 Juta Orang

KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Penumpang Capai 9 Juta Orang

Ringkasan

  • KAI Daop 1 Jakarta mencatat kenaikan jumlah penumpang kereta api menjadi 8,97 juta orang hingga akhir September 2026, tumbuh enam persen dibandingkan tahun sebelumnya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat tren positif dalam mobilitas masyarakat sepanjang tahun 2026. Hingga 28 September, jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah tersebut telah menyentuh angka 8.978.272 orang, sebuah capaian signifikan yang menunjukkan pertumbuhan sebesar enam persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa pada 2025 total penumpang mencapai 8.503.187 orang. Dengan angka per September 2026 ini, terjadi penambahan sekitar 475 ribu penumpang, yang menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan kereta api sebagai tulang punggung transportasi massal di wilayah aglomerasi Jakarta dan sekitarnya.

Selain sektor penumpang, sektor angkutan barang juga mencatatkan kinerja impresif. Volume angkutan barang di wilayah operasional Daop 1 Jakarta tumbuh sebesar 20 persen, mencapai total 2,56 juta ton dalam sembilan bulan pertama tahun 2026. Data ini mengonfirmasi peran strategis perkeretaapian dalam mendukung distribusi logistik nasional yang lebih efisien dan terintegrasi.

Pertumbuhan dua sektor utama ini mencerminkan keberhasilan KAI dalam melakukan transformasi layanan. Masyarakat kini semakin mengandalkan kereta api karena keunggulan dalam ketepatan waktu serta kenyamanan yang terus ditingkatkan melalui berbagai inovasi fasilitas stasiun dan digitalisasi sistem pemesanan tiket.

Di sisi lain, KAI Daop 1 Jakarta tidak hanya fokus pada kuantitas jumlah penumpang, tetapi juga berupaya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penggunaan bahan bakar B50. Hingga saat ini, sebanyak 6,5 juta liter B50 telah digunakan untuk mengoperasikan 79 nomor perjalanan KA serta 49 kereta pembangkit, menjadikannya salah satu inisiatif transportasi ramah lingkungan berskala besar di Indonesia.

Upaya penghijauan pun dilakukan dengan menata lingkungan stasiun agar lebih asri serta menyediakan fasilitas water station. Fasilitas ini dirancang untuk memudahkan pelanggan mengisi ulang air minum sekaligus menekan penggunaan plastik sekali pakai di area publik, sebuah langkah yang selaras dengan kampanye gaya hidup berkelanjutan.

Kualitas layanan bagi kelompok rentan juga menjadi prioritas utama. KAI Daop 1 telah melengkapi stasiun dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari ruang laktasi, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, hingga ruang tunggu yang lebih representatif. Penguatan layanan kesehatan di stasiun juga terus ditingkatkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama menempuh perjalanan.

Namun, tantangan di lapangan tetap ada. KAI Daop 1 Jakarta masih menghadapi ancaman keamanan, seperti insiden pencurian dan perusakan kabel di jalur kereta yang sempat terjadi sebanyak 16 kali. Hal ini menuntut pengawasan yang lebih ketat serta kolaborasi dengan aparat setempat demi menjaga keselamatan perjalanan dan aset negara.

Franoto menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah pelanggan adalah indikator keberhasilan dari serangkaian perbaikan yang dilakukan secara konsisten. Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan konektivitas antarmoda agar perjalanan masyarakat menjadi lebih mulus dari titik asal hingga tujuan akhir.

Ke depan, KAI Daop 1 Jakarta diproyeksikan akan terus menjadi pendorong utama mobilitas masyarakat urban. Seiring dengan pengembangan infrastruktur dan penambahan jumlah perjalanan, kereta api diperkirakan akan semakin mendominasi pilihan moda transportasi masyarakat, terutama di tengah upaya pemerintah menekan angka kemacetan di ibu kota.

Transformasi yang dilakukan KAI saat ini menjadi cerminan standar baru transportasi publik di Indonesia. Keberhasilan dalam mengelola lonjakan penumpang sekaligus menjaga efisiensi operasional dan aspek lingkungan akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan perkeretaapian di wilayah operasional lainnya di seluruh nusantara.

Dengan fokus pada digitalisasi dan keselamatan, KAI siap menghadapi tantangan mobilitas masa depan. Masyarakat dapat berekspektasi pada layanan yang tidak hanya semakin cepat, tetapi juga lebih inklusif dan berkelanjutan, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat urban di Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Pencapaian KAI Daop 1 Jakarta ini menunjukkan pergeseran perilaku masyarakat urban yang kini lebih memilih transportasi publik dibandingkan kendaraan pribadi. Peningkatan volume logistik sebesar 20 persen juga menjadi sinyal positif bagi efisiensi rantai pasok nasional. Integrasi penggunaan bahan bakar B50 dalam operasional kereta api membuktikan bahwa BUMN transportasi mulai serius dalam mengadopsi energi bersih, yang secara tidak langsung membantu pemerintah dalam mencapai target emisi nol bersih (net zero emission).

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Penumpang Capai 9 Juta Orang"?

KAI Daop 1 Jakarta mencatat kenaikan jumlah penumpang kereta api menjadi 8,97 juta orang hingga akhir September 2026, tumbuh enam persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Mengapa Bisnis & Startup ini penting?

Pencapaian KAI Daop 1 Jakarta ini menunjukkan pergeseran perilaku masyarakat urban yang kini lebih memilih transportasi publik dibandingkan kendaraan pribadi. Peningkatan volume logistik sebesar 20 persen juga menjadi sinyal positif bagi efisiensi rantai pasok nasional. Integrasi penggunaan bahan bakar B50 dalam operasional kereta api membuktikan bahwa BUMN transportasi mulai serius dalam mengadop

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
1 jam lalu
Waktu Baca
4 menit