PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang resmi mengoperasikan rangkaian Kereta Ekonomi Premium untuk layanan KA Rajabasa dengan relasi Kertapati-Tanjungkarang (PP). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi masyarakat di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa pembaruan fasilitas ini merupakan prioritas perusahaan untuk memastikan pelanggan mendapatkan standar layanan yang lebih baik. Meski mengalami peningkatan fasilitas yang signifikan, pihak KAI tetap mempertahankan tarif tiket di angka Rp32.000, sehingga masyarakat tetap dapat menikmati moda transportasi yang terjangkau tanpa harus mengorbankan kenyamanan.
Transformasi utama yang dirasakan penumpang adalah perubahan konfigurasi kursi. Jika sebelumnya kereta ekonomi menggunakan kursi dengan formasi 3-2 yang saling berhadapan, kini Kereta Ekonomi Premium hadir dengan formasi 2-2 yang searah. Perubahan ini secara langsung memberikan ruang gerak yang lebih luas dan privasi yang lebih terjaga bagi setiap penumpang selama menempuh perjalanan panjang.
Selain konfigurasi kursi, berbagai fasilitas modern juga telah disematkan di dalam kereta. Penumpang kini dapat menikmati kursi ergonomis yang dilengkapi dengan fitur reclining seat, sistem pendingin udara (AC) sentral yang lebih stabil, serta ketersediaan colokan listrik di setiap kursi. Fasilitas ini dirancang untuk menunjang produktivitas dan kenyamanan penumpang yang membutuhkan akses daya perangkat elektronik selama perjalanan.
Walaupun kapasitas tempat duduk per kereta mengalami penyesuaian dari 106 kursi menjadi 80 kursi, KAI tetap mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas warga dengan optimal. Pada hari perdana pengoperasiannya, tercatat sebanyak 596 pelanggan berangkat dari Stasiun Kertapati dengan total okupansi perjalanan mencapai 1.096 orang, mengingat karakteristik KA Rajabasa yang melayani perjalanan parsial di berbagai stasiun perhentian.
Kinerja KA Rajabasa sendiri menunjukkan tren positif dengan mencatat 154.483 pelanggan selama Semester I 2026, atau meningkat sekitar 35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh penambahan rangkaian kereta dari lima menjadi delapan unit, membuktikan bahwa peningkatan fasilitas dan kapasitas yang dilakukan KAI sangat relevan dengan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan.