Internasional

Kebakaran Pub di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Puluhan Luka-luka

Ringkasan

  • Kebakaran pub di Bangkok menewaskan 27 orang akibat korsleting listrik dan jalur evakuasi terhalang.
  • Insiden memicu sorotan pada standar keselamatan hiburan malam di Asia Tenggara.

Kebakaran dahsyat yang disertai ledakan melanda sebuah pub di ibu kota Thailand, Bangkok, pada dini hari Minggu waktu setempat, menewaskan setidaknya 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden maut tersebut terjadi di Rong Beer Na Lat Phrao, sebuah tempat hiburan malam yang terletak di kawasan padat di utara Bangkok, dekat dengan pusat perbelanjaan dan pasar akhir pekan Chatuchak yang populer di kalangan wisatawan asing. Menurut pejabat setempat, peristiwa ini dipicu oleh korsleting listrik pada pendingin udara di langit-langit, namun penyebaran api diperparah oleh material busa penyerap suara yang mudah terbakar.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, yang meninjau lokasi kejadian pada Senin pagi, mengonfirmasi bahwa 27 jenazah telah dievakuasi dan korban lainnya dikirim ke rumah sakit. Suriyachai Rawiwan, Direktur Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Administrasi Metropolitan Bangkok, menyatakan 63 orang mengalami cedera, dengan 22 di antaranya dalam kondisi kritis. Rumah sakit setempat kewalahan menangani korban luka bakar dan tersedak asap dalam jumlah besar, memicu keprihatinan akan kapasitas sistem kesehatan darurat di kota metropolitan tersebut.

Pub Rong Beer Na Lat Phrao berada di area strategis yang terhubung dengan sistem kereta perkotaan, bersebelahan dengan dua mal besar dan hanya berjarak jalan kaki dari bioskop, taman luas, serta pasar Chatuchak. Lokasi ini menjadikannya tujuan favorit warga lokal maupun pelancong asing. Keramaian malam itu berubah menjadi neraka ketika api dengan cepat menyebar dari panggung depan ke seluruh ruangan, memaksa pengunjung berlari ke bagian belakang yang berisi dapur dan kamar mandi, namun banyak yang terperangkap karena jalur evakuasi terhalang.

Seorang anggota band yang tampil di venue tersebut menceritakan kepada media lokal bahwa lampu tiba-tiba padam disusul asap tebal yang memenuhi ruangan, lalu ledakan besar dan api muncul. Ia mengatakan setelah ledakan, kebanyakan orang sudah tergeletak di lantai meminta bantuan. Sementara itu, wisatawan Laos Kan Kutirat yang berada di pub sejak pukul 22.00 menuturkan melihat asap mengepul dekat panggung sebelum api menyembur keluar pintu. Ia membantu membawa satu wanita keluar namun masih trauma karena tidak bisa menyelamatkan lebih banyak orang.

Petugas pemadam kebakaran Chakrit Khongkom, 45, yang tiba dengan truk pertama, menggambarkan suasana mencekam dengan asap di mana-mana dan banyak pengunjung terjebak di bagian belakang. Sebagian korban ditemukan tergeletak di dekat toilet karena mencoba menghindari api yang berkobar di depan. Rekaman body-camera menunjukkan petugas dengan masker oksigen menyisir ruang gelap yang hangus menggunakan senter, sementara beberapa korban terlihat tidak bergerak di lantai. Hambatan fisik seperti krat bir di depan pintu darurat dan meja yang menghalangi exit lainnya menjadi faktor mematikan.

Penilaian awal penyebab kebakaran adalah hubungan pendek listrik pada unit AC di plafon. Material langit-langit berbahan busa untuk peredam suara diduga membuat api menjalar sangat cepat dan menghasilkan asap beracun. Saksi mata Sukanya Wongwongwai, yang menunggu temannya yang hilang, mengungkapkan bahwa langit-langit runtuh dan melukai pengunjung. Kombinasi antara instalasi listrik yang tidak memadai, desain interior berbahan mudah terbakar, dan prosedur keselamatan yang diabaikan menciptakan resep tragedi.

Peristiwa ini mengingatkan pada kebakaran klub malam Santika di Bangkok pada 2009 yang menewaskan 66 orang akibat kembang api dan korsleting, serta sejumlah insiden serupa di seluruh dunia yang berakar pada lemahnya penegakan kode bangunan. Thailand memiliki aturan keselamatan kebakaran, namun pengawasan terhadap usaha hiburan kecil sering kali longgar, terutama di area dengan tingkat keramaian tinggi. Kasus ini memicu tuntutan agar pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap pub dan klub malam di seluruh negeri.

Dari perspektif regional, tragedi Bangkok memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia, negara dengan industri hiburan malam dan pariwisata berkembang pesat. Banyak venue di Indonesia juga menggunakan material busa untuk akustik dan sering mengabaikan jalur evakuasi demi penataan interior. Otoritas harus memperketat sertifikasi layak fungsi bangunan serta rutin menggelar simulasi kebakaran. Kolaborasi antarnegara ASEAN dalam standar keselamatan ruang publik dapat mencegah terulangnya bencana serupa.

Penyelidikan forensik masih berlangsung untuk mengidentifikasi semua korban dan menentukan tanggung jawab hukum. Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt menekankan perlunya menunggu tim ahli sebelum menyimpulkan, namun ia mengakui adanya pelanggaran penempatan barang di jalur darurat. Sementara itu, keluarga korban berkumpul di lokasi sambil menanti kabar, menyatakan ketakutan akan hilangnya nyawa sia-sia akibat kelalaian. Bangkok kini berduka, dan sorotan internasional tertuju pada keamanan wisata malam di Asia Tenggara.

Tragedi ini juga membuka wacana tentang peran teknologi pencegahan kebakaran di negara berkembang. Sistem deteksi asap cerdas, sensor suhu berbasis IoT, dan alarm otomatis yang terhubung ke pemadam kebakaran dapat mempercepat respons sebelum api membesar. Investasi pada infrastruktur keselamatan berbasis teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk melindungi nyawa di ruang publik yang padat. Ke depan, reformasi regulasi dan adopsi solusi teknologi harus berjalan beriringan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Mengapa Ini Penting

Insiden ini menyoroti urgensi adopsi teknologi deteksi kebakaran cerdas seperti sensor IoT dan sistem peringatan dini otomatis di ruang publik Indonesia. Lemahnya pengawasan manual membuka peluang bagi startup lokal untuk menghadirkan solusi pemantauan keselamatan berbasis data guna meminimalisir risiko tragedi serupa. Selain itu, regulasi teknologi bangunan harus diperbarui agar instalasi listrik dan material anti-api terstandarisasi secara regional. Kejadian Bangkok menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi keselamatan bukan sekadar komoditas, melainkan investasi kritis untuk melindungi nyawa.

Sumber Asli
Channel News Asia
Tanggal
12 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit