Internasional

Kedai Kopi Milik Aktor Ben Yeo Jadi Target Pembobolan Dua Kali dalam Sebulan

Kedai Kopi Milik Aktor Ben Yeo Jadi Target Pembobolan Dua Kali dalam Sebulan

Ringkasan

  • Kedai kopi milik aktor Singapura Ben Yeo dibobol dua kali dalam sepuluh hari, menyoroti tantangan keamanan bagi pelaku usaha kuliner.

Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia bisnis kuliner di Singapura. Tan Xiang Chai Chee, sebuah kedai kopi yang dimiliki bersama oleh aktor dan presenter populer Ben Yeo, dilaporkan mengalami dua kali aksi pembobolan dalam kurun waktu sepuluh hari saja. Kejadian ini menambah daftar tantangan bagi para pelaku usaha di sektor makanan dan minuman (F&B) yang saat ini tengah berjuang mempertahankan operasional di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Kedai kopi tersebut diketahui memiliki lima gerai, di mana tiga di antaranya dikelola oleh penyewa pihak ketiga, sementara dua gerai lainnya—yakni gerai zi char dan gerai minuman—dioperasikan langsung oleh Ben Yeo bersama rekan bisnisnya. Beruntung, gerai milik aktor berusia 47 tahun tersebut tidak terkena dampak langsung dari aksi kriminal ini karena tidak menyimpan uang tunai di lokasi selama malam hari.

Namun, nasib berbeda dialami oleh salah satu penyewa, yakni gerai nasi ekonomi (cai fan) bernama Pacific Veg Rice Porridge. Pada kejadian pertama yang berlangsung pada 15 Juni, pelaku berhasil membawa kabur uang tunai senilai lebih dari S$900. Pelaku dilaporkan berhasil membongkar kabinet logam yang menyimpan brankas stall tersebut dengan paksa.

Selang sepuluh hari kemudian, tepatnya pada 25 Juni, pelaku kembali melancarkan aksinya di lokasi yang sama. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku yang mengenakan masker, topi, dan sarung tangan masuk melalui pintu belakang gerai mi daging di sebelah kedai kopi. Meski pelaku sempat mematikan salah satu kamera CCTV dan kembali membongkar kabinet, kali ini ia gagal mengakses brankas yang telah ditingkatkan keamanannya oleh pemilik gerai.

Ben Yeo menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah pelaku dari kedua insiden tersebut adalah orang yang sama. Meski gerai miliknya aman dari kerugian material, ia memutuskan untuk mempublikasikan kasus ini sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama pelaku industri F&B. Ia menyayangkan maraknya aksi kriminal yang menyasar pengusaha kecil di tengah beratnya operasional bisnis kuliner saat ini.

Sebagai langkah tindak lanjut, Ben Yeo telah menyerahkan seluruh bukti rekaman CCTV kepada pihak kepolisian Singapura. Ia berharap langkah ini dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan menjadi peringatan bagi pihak lain yang berniat melakukan aksi serupa. Saat ini, pihak pengelola kedai kopi sedang mengevaluasi dan memperketat sistem keamanan di seluruh area kedai untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pemilik bisnis UMKM di Indonesia mengenai kerentanan aset fisik dan perlunya sistem keamanan terintegrasi seperti CCTV yang tidak mudah dirusak. Selain itu, insiden ini menyoroti bagaimana transparansi dan pelaporan publik dapat membantu menekan angka kriminalitas serta membangun solidaritas antar pelaku usaha dalam menghadapi ancaman keamanan.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit