Kolom Umum

Ketika Aturan Main Berubah, Kita Masih Menunggu 2027

Ringkasan

  • Dunia berputar kacau di atas kekacauan geopolitik dan demokratisasi teknologi, tapi kebijakan domestik kita masih terjebak dalam jadwal birokrasi yang lambat.

Ada rasa tidak nyata yang mengganjal saat membaca berita-berita tiga hari terakhir: di satu sisi dunia meledak-ledak — Rusia mengancam Inggris, AS menyanksi hakim ICC, Iran memproduksi rudal di tengah pemboman, Trump membombardir ancaman ke Oman sambil bertelepon Kim Jong Un — di sisi lain kita masih sibuk merayakan kesepakatan guru PPPK jadi penuh waktu di 2027. Bukan soal mana yang lebih penting, tapi soal skala waktu yang kian menyimpang. Geopolitik bergerak dalam hitungan jam dan keputusan tarik-menarik; teknologi AI melompat dalam hitungan minggu dengan model Cina yang lebih murah dari Silicon Valley; tapi tata kelola kita masih berkiprah dalam satuan tahun lima.

Mengapa Ini Penting

Kolom ini mengajak pembaca melihat kesenjangan antara kecepatan perubahan global dan kelambatan respons domestik. Bukan sekadar kritik birokrasi, tapi undangan untuk mempertanyakan apakah kerangka kebijakan kita masih relevan di era di mana aturan main — dari keamanan hingga teknologi — ditulis ulang oleh kekuatan non-negara dan ketidakpastian. Perspektif ini krusial bagi pemangku kebijakan, pengusaha, dan warga yang ingin tidak hanya menunggu 2027 tapi mempersiapkan opsi strategis hari ini.

Sumber Asli
Redaksi
Tanggal
19 Agustus 2026
Waktu Baca
1 menit