Nasional

Korban Kebakaran Hutan di Kalimantan, Sampurna Si Omback Borneo Selamatkan

Ringkasan

  • Seorang petani di Kalimantan berhasil menemukan dan menyelamatkan seekor omback borneo lemah akibat asap kebakaran hutan.
  • Omback yang kemudian diberi nama Sampurna ini kini dalam perawatan intensif oleh tim medis hewan.

Seorang petani di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berhasil menyelamatkan seekor omback borneo yang lemah akibat kebakaran hutan. Kejadian ini terjadi Minggu (30/8) pagi ketika petani bernama Jais sedang melintasi sebidang perkebangan kelapa sawit dekat lokasi kebakaran.

Menurut Jais, omback itu terlentang lemas di tanah, dalam kondisi sangat lemah. Ia pun langsung memberinya air untuk menstabilkan kondisinya. Setelah itu, warga setempat langsung menghubungi tim dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (WIPI) yang lalu datang bersama seorang dokter hewan.

Sayangnya, saat tim tiba, omback sudah mengalami hipoksia akibat asap tebal dari kebakaran. Menurut Karmele Llano Sanchez, CEO WIPI, omback itu kehilangan kesadaran karena tidak cukup oksigen.

Dokter hewan Komara menjelaskan bahwa omback tersebut tidak mengalami luka bakar serius, namun mengalami infeksi saluran napas akibat asap. Untuk mengatasinya, tim medis memberikan oksigen melalui selang tipis dan cairan intravena menggunakan kantong infus sederhana yang digantung pada janjang daun kelapa.

Omback berusia sekitar 20 tahun kemudian diberi nama Sampurna sebagai penghormatan pada desa tempat ditemukannya. Saat ini, Sampurna sedang dalam perawatan intensif sebelum nantinya akan pindah ke pusat rehabilitasi.

Kabar baiknya, WIPI sudah menyelamatkan tujuh omback borneo terkait kebakaran sejauhnya. Namun, kasus ini semakin menggambarkan betapa gentingnya situasi kebakaran hutan di pulau Borneo.

Pemerintah Indonesia terus berupaya memadamkan api hutan dan lahan di enam provinsi, termasuk Kalimantan dan Sumatra. Data Kementerian Kehuteraan menunjukkan area yang terbakar mencapai 202.010 hektar dari Januari hingga Juli 2026, naik dibanding periode sebelumnya.

Asap dari kebakaran ini menyebabkan kondisi hawa buruk hingga ke negara tetangga seperti Malaysia. Ribuan sekolah juga dipaksa untuk beralih ke pelajaran daring akibat kualitas udara yang tidak nyaman.

Sementara itu, dampaknya tidak hanya pada kesehatan manusia, tetapi juga pada ekosistem hutan. Omback borneo, salah satu primadona fauna Indonesia, semakin terancam akibat kepunahan habitatnya.

Menurut ahli konservasi, kebakaran hutan berulang justru mempercepat punahnya spesies endemik seperti omback borneo. Upaya perlindungan pun perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya fokus pada pemerantauan api.

Sanchez menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan. Ia juga menyerukan kesadaran tentang pentingnya pelestarian hutan agar tidak hanya untuk generasi sekarang, tetapi juga generasi mendatang.

Sampurna kini masih dalam pemulihan. Tim medis akan memantau perkembangannya selama beberapa minggu ke depan. Jika pulih sepenuhnya, omback ini diharapkan bisa dilepas ke alam bebas.

Kejadian ini menjadi pengingat nyata betapa rapuhnya keseimbangan alam. Setiap aksi kebakaran hutan bisa berdampak langsung pada kehidupan satwa, bahkan spesies yang sudah dilindungi sekalipun.

Di sisi lain, upaya penyelamatan seperti yang dilakukan WIPI menunjukkan pentingnya kepedulian publik. Setiap laporan masyarakat bisa jadi jalan pertolongan bagi satwa yang terlindas bencana alam.

Pemerintah juga perlu menilai kembali kebijakan penggunaan lahan gambut dan hutan. Pencegahan harus lebih kuat dari sekadar respons darurat.

Sampurna kini menjadi simbol harapan. Ia mengingatkan kita bahwa setiap individu di hutan punya nilai yang tak ternilai.

Semoga kisahnya bisa menginspirasi aksi nyata dalam pelestarian alam. Karena di akhirnya, kita semua hidup di satu ekosistem yang saling terkait.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini memperlihatkan betapa rapuhnya keseimbangan ekosistem Indonesia akibat kebakaran hutan yang berulang. Selain menimbulkan krisis kesehatan akibat haze, kejadian ini juga menunjukkan betapa rentannya spesies endemik seperti omback borneo terhadap ancaman langsung dari aktivitas manusia. Dampaknya tidak hanya terbatas pada satwa, tetapi juga pada komunitas lokal yang bergantung pada kehutanan. Perlunya kesadaran kolektif dan kebijakan pencegahan yang lebih kuat menjadi penting agar kejadian serupa tidak terulang. Setiap penyelamatan seperti ini juga menegaskan peran kunci masyarakat sipil dalam pelestarian lingkungan.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
30 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit