Persija Jakarta resmi menambah kekuatan skuad mereka untuk mengarungi musim 2026/2027. Pelatih kepala Shin Tae-yong mengonfirmasi rencana penambahan satu pemain asing setelah Macan Kemayoran tampil impresif dengan menaklukkan Brisbane Roar 4-0 dalam laga uji coba internasional di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (25/5/2026).
Langkah ini menjadi sinyal serius dari manajemen Persija untuk memperdalam skuad. Saat ini, klub kebanggaan Ibu Kota tersebut telah memiliki delapan pemain asing yang diperkenalkan saat peluncuran tim. Kedelapan pemain tersebut adalah Kerim Memija, Denis Kolinger, Radovan Pankov, Kyohei Yoshino, Fabio Calonego, Stjepan Loncar, Alexander Jeremejeff, dan Kwon Chang Hoon.
Dari daftar tersebut, hanya Fabio Calonego yang merupakan wajah lama dari musim sebelumnya. Komposisi ini menunjukkan upaya Shin Tae-yong dalam melakukan peremajaan dan perombakan total demi meningkatkan daya saing tim di kancah domestik maupun regional.
Regulasi Super League musim 2026/2027 sendiri mengizinkan setiap klub mendaftarkan maksimal 11 pemain asing. Shin menyatakan bahwa pihaknya masih menimbang apakah akan memaksimalkan kuota tersebut hingga batas maksimal atau berhenti pada penambahan satu pemain lagi saja.
Keputusan ini tidak lepas dari beban jadwal berat yang akan dihadapi Persija sejak awal musim. Pada dua pekan perdana, tim asuhan Shin Tae-yong langsung dihadapkan pada dua ujian besar, yakni Borneo FC dan Persib Bandung. Kedua tim tersebut merupakan rival utama yang menempati posisi satu dan dua pada klasemen musim lalu.
Catatan statistik menunjukkan bahwa Persija memiliki rekor yang kurang memuaskan saat berhadapan dengan kedua tim tersebut musim lalu. Dari pertemuan yang ada, Macan Kemayoran hanya mampu mengumpulkan satu poin dari total laga melawan Borneo FC dan Persib Bandung. Fakta ini menjadi motivasi tambahan bagi pelatih asal Korea Selatan tersebut untuk memperkuat komposisi pemainnya.
Shin Tae-yong mengakui bahwa kualitas Borneo FC dan Persib Bandung memang berada di level yang sangat kompetitif. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan taktikal sejak peluit babak pertama dibunyikan pada pekan pembuka agar tidak kehilangan poin krusial di awal kompetisi.
Kehadiran pemain asing baru nanti diharapkan mampu memberikan diferensiasi taktik di lapangan. Dalam sepak bola modern, efisiensi penggunaan slot pemain asing menjadi penentu utama kedalaman skuad, terutama saat menghadapi jadwal padat yang kerap menguras fisik pemain.
Analisis mendalam mengenai langkah Persija ini menunjukkan adanya perubahan paradigma dalam manajemen tim. Dengan mempertahankan hanya satu pemain asing dari musim lalu, Shin Tae-yong menunjukkan otoritas penuh dalam membangun fondasi tim sesuai dengan visi taktiknya yang menuntut disiplin tinggi dan kebugaran prima.
Bagi penggemar di Indonesia, manuver ini menjadi daya tarik tersendiri. Persaingan di Super League diprediksi akan semakin ketat dengan kebijakan kuota pemain asing yang lebih longgar. Hal ini memaksa klub-klub tradisional seperti Persija untuk berinvestasi lebih besar agar tidak tertinggal dari klub-klub yang memiliki struktur finansial dan manajemen yang stabil.
Langkah selanjutnya yang akan diambil Persija adalah memfinalisasi negosiasi dengan calon pemain asing incaran tersebut. Shin Tae-yong diperkirakan akan memprioritaskan profil pemain yang mampu beradaptasi cepat dengan sistem permainan yang ia terapkan, mengingat waktu persiapan yang semakin menipis sebelum kompetisi resmi dimulai.
Secara keseluruhan, strategi Persija mencerminkan tren sepak bola Indonesia yang mulai berorientasi pada hasil jangka pendek melalui perekrutan pemain asing berkualitas. Publik kini menanti apakah tambahan satu amunisi ini akan menjadi kepingan teka-teki yang hilang bagi Shin Tae-yong dalam upaya mengembalikan kejayaan Macan Kemayoran ke puncak klasemen.