Pelatih tim nasional Maroko, Mohamed Ouahbi, menegaskan bahwa skuad asuhannya memiliki potensi besar untuk meraih gelar juara dunia. Keyakinan ini muncul setelah keberhasilan mereka melaju ke babak 32 besar turnamen, menyusul kemenangan 4-2 atas Haiti dalam laga terakhir fase grup pada Rabu (24/6) lalu di Atlanta.
Ouahbi mengungkapkan bahwa Maroko kini berada dalam dimensi baru dan momentum yang tepat untuk menantang supremasi sepak bola dunia. Menurutnya, kepercayaan diri para pemain serta staf pelatih adalah kunci utama yang akan membawa mereka melangkah jauh dalam kompetisi ini, mengingat pengalaman berharga saat mencapai babak semifinal di Qatar empat tahun silam.
Meski berhasil mengamankan tiket ke fase gugur, Ouahbi tidak menampik adanya kekecewaan karena gagal memuncaki Grup C. Maroko sebenarnya berharap bisa menggeser Brasil dari posisi pertama, namun kemenangan 4-2 atas Haiti belum cukup untuk mengungguli selisih gol Brasil yang menang 3-0 atas Skotlandia di Miami.
Dalam analisisnya, sang pelatih mengakui bahwa pertandingan melawan Haiti berjalan cukup sengit. Haiti, yang sudah dipastikan tersingkir, bermain tanpa beban dan menunjukkan permainan transisi yang sangat baik. Hal ini memaksa Maroko untuk bekerja ekstra keras meskipun secara statistik mereka mendominasi jalannya pertandingan.
Ouahbi memuji ketangguhan mental para pemainnya yang tetap fokus meski mendapatkan perlawanan sengit dari tim lawan. Ia menekankan bahwa di ajang Piala Dunia, setiap tim memiliki ambisi besar dan tidak ada lawan yang mudah, sehingga disiplin dan komitmen 100 persen menjadi syarat mutlak untuk tetap bertahan di turnamen ini.
Kini, Maroko bersiap menatap babak selanjutnya yang akan digelar di Monterrey pada Senin mendatang. Mereka akan menghadapi juara Grup F, yang masih diperebutkan antara Jepang, Belanda, atau Swedia. Ouahbi menyatakan tidak memiliki preferensi lawan dan menegaskan bahwa timnya akan bersiap menghadapi gaya permainan apa pun demi menjaga mimpi meraih gelar juara.