Berita

Paguyuban Surya Candra Hidupkan Kembali Warisan Seni Patopengan di PKB 2026

Paguyuban Surya Candra Hidupkan Kembali Warisan Seni Patopengan di PKB 2026

Ringkasan

  • Paguyuban Seni Surya Candra menghidupkan kembali tradisi Patopengan di Pesta Kesenian Bali 2026 dengan menjaga pakem leluhur.

Paguyuban Seni Surya Candra dari Desa Adat Sanur, Kota Denpasar, sukses memukau penonton dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Melalui penampilan Rekasadana (Pergelaran) Patopengan, mereka berupaya menghidupkan kembali warisan leluhur yang memiliki akar sejarah mendalam dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Pementasan ini menjadi sorotan utama karena keberanian kelompok tersebut dalam memadukan estetika klasik dengan sentuhan kontemporer tanpa melanggar pakem tradisi.

Ketua Paguyuban Seni Surya Candra, I Kadek Sumariyasa, mengungkapkan bahwa persiapan pertunjukan ini memakan waktu sekitar enam bulan. Proses kreatif yang panjang tersebut difokuskan pada upaya pengembangan seni patopengan agar tetap relevan dengan zaman modern, namun tetap berpijak kokoh pada aturan atau pakem yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para pendahulu.

Bagi masyarakat Bali, seni topeng bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan elemen sakral yang menjadi bagian integral dari iring-iringan upacara keagamaan. Sumariyasa menekankan bahwa nilai historis yang kuat inilah yang mendorong paguyubannya untuk terus melestarikan seni pertunjukan tersebut agar tidak tergerus oleh laju modernisasi yang semakin masif.

Tantangan utama dalam proses kreatif ini adalah menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian. Sumariyasa mengakui bahwa mengembangkan seni tradisional menuntut kehati-hatian ekstra. Meski ruang untuk berkreasi tetap diberikan kepada para seniman, mereka harus tetap memastikan bahwa setiap gerak dan narasi yang ditampilkan tidak melenceng dari pakem yang sudah berlaku sejak lama.

Pementasan megah ini melibatkan total 76 seniman berbakat, yang terdiri dari 38 penari dan 38 penabuh gamelan. Kolaborasi yang harmonis antara penari dan penabuh gamelan ini menciptakan atmosfer magis di panggung PKB, menunjukkan dedikasi tinggi dari generasi muda Sanur dalam menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup dan dinamis di mata masyarakat luas.

Melalui partisipasi di ajang PKB 2026, Paguyuban Seni Surya Candra berharap dapat menanamkan kecintaan terhadap seni patopengan kepada generasi penerus. Mereka berkomitmen untuk terus memperkenalkan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, sehingga seni ini tidak hanya bertahan sebagai artefak sejarah, tetapi juga terus hidup sebagai bagian dari identitas budaya Bali yang membanggakan.

Mengapa Ini Penting

Pelestarian seni tradisional seperti Patopengan sangat krusial bagi identitas nasional di tengah digitalisasi global. Inisiatif ini menunjukkan bahwa inovasi kreatif dalam pelestarian budaya dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menjaga kearifan lokal agar tetap relevan bagi generasi muda.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit