Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menyatakan kecaman keras atas insiden pembakaran pesawat AMA Air dan penembakan pilot di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Insiden tragis yang diduga dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) ini telah memicu respons cepat dari otoritas keamanan nasional.
Sejak menerima laporan awal mengenai peristiwa tersebut, pemerintah segera menginstruksikan langkah koordinatif yang intensif antar lembaga. Djamari menegaskan bahwa pihak Kemenko Polkam terus memantau situasi di lapangan secara real-time melalui kerja sama strategis antara TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah Papua tetap terkendali.
Dalam keterangan resminya pada Jumat (3/7), Djamari menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur TNI dan Polri yang terlibat dalam operasi evakuasi. Jenazah pilot pesawat AMA, mendiang Nicholas F. Goselin, berhasil dievakuasi dengan selamat pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIT. Operasi ini melibatkan 10 personel khusus dari Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal yang diterbangkan langsung menuju lokasi kejadian.
Pemerintah menegaskan sikap tegas bahwa segala bentuk kekerasan, terutama yang menargetkan sarana transportasi udara sebagai urat nadi pelayanan masyarakat di Papua, tidak akan ditoleransi. Kemenko Polkam berkomitmen untuk terus mendorong proses penegakan hukum yang transparan dan tegas terhadap para pelaku, sekaligus meningkatkan standar pengamanan pada jalur penerbangan perintis agar keselamatan masyarakat serta kelangsungan pelayanan publik tetap terjamin.
Di sisi lain, Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengungkapkan bahwa berdasarkan data intelijen, aksi keji tersebut didalangi oleh kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin oleh Elkius Kobak. Menindaklanjuti temuan ini, tim patroli Koops TNI Habema saat ini tengah melakukan penyisiran dan pengejaran intensif terhadap para pelaku di sekitar wilayah Distrik Sobaham untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di depan hukum.
Jenazah pilot berkebangsaan Amerika Serikat tersebut kini telah berhasil dipindahkan dari lokasi kejadian menuju Timika melalui jalur udara. Keberhasilan evakuasi ini menjadi prioritas utama bagi aparat keamanan sebelum melanjutkan langkah-langkah strategis berikutnya dalam upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Papua Pegunungan serta meminimalisir risiko ancaman serupa di masa mendatang.