Produsen kendaraan listrik (EV) raksasa asal Tiongkok, BYD, mencatatkan pertumbuhan penjualan global untuk bulan kedua berturut-turut pada Juni 2024. Kinerja positif ini memberikan angin segar bagi perusahaan di tengah kondisi pasar domestik Tiongkok yang cenderung melambat.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan bursa efek yang dirilis pada Rabu, total penjualan kendaraan BYD tercatat mencapai 403.472 unit sepanjang Juni. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 5,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Tren kenaikan ini menjadi sinyal pemulihan yang signifikan bagi BYD. Sebelumnya, perusahaan sempat mengalami penurunan penjualan selama delapan bulan berturut-turut, sebelum akhirnya berhasil bangkit dengan pertumbuhan tipis sebesar 0,3 persen pada Mei lalu.
Strategi ekspansi pasar internasional menjadi kunci utama di balik keberhasilan BYD bulan lalu. Kuatnya permintaan dari pasar luar negeri terbukti mampu menutupi lesunya daya beli konsumen domestik di Tiongkok, yang saat ini tengah menghadapi tantangan ekonomi yang cukup menantang.
Di sisi lain, persaingan di industri kendaraan listrik semakin ketat dengan munculnya kompetitor yang agresif. Leapmotor, salah satu rival utama BYD dengan pertumbuhan tercepat, melaporkan lonjakan penjualan tahunan yang fantastis sebesar 95 persen pada Juni, dengan total pengiriman mencapai 93.376 unit kendaraan listrik.
Keberhasilan BYD mempertahankan momentum ini menunjukkan ketahanan model bisnis perusahaan dalam menghadapi fluktuasi pasar global. Dengan fokus yang terus diperluas ke pasar internasional, BYD berupaya untuk tetap mendominasi sektor kendaraan listrik di tengah persaingan harga yang semakin tajam antar produsen otomotif global.