PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengumumkan langkah penyesuaian operasional untuk sejumlah layanan bus pada Minggu (5/7). Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap rekayasa lalu lintas yang diberlakukan di berbagai ruas jalan utama di Jakarta sehubungan dengan penyelenggaraan kegiatan marathon di ibu kota.
Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa terdapat lima layanan yang baru akan mulai beroperasi pada pukul 10.00 WIB. Layanan tersebut meliputi rute 1H (Tanah Abang–Stasiun Gondangdia), 1R (Senen–Tanah Abang), 2Q (Gondangdia–Balai Kota), 5M (Kampung Melayu–Tanah Abang via Cikini), serta 8N (Kebayoran–Petamburan via Asia Afrika).
Selain penundaan jam operasional, sebanyak 13 rute lainnya akan mengalami modifikasi rute selama periode pukul 05.00 hingga 10.00 WIB. Penyesuaian ini mencakup Koridor 1, 1A, 1W, Koridor 2, 2A, Koridor 3, 5C, 7F, Koridor 9, 9A, serta rute S61, T31, dan SH2. Bentuk penyesuaian yang dilakukan bervariasi, mulai dari pengalihan rute, perpendekan lintasan, hingga perubahan titik pemberhentian sementara.
Ayu menegaskan bahwa seluruh perubahan operasional ini bersifat sementara. Layanan akan kembali beroperasi normal segera setelah rekayasa lalu lintas terkait kegiatan marathon dinyatakan berakhir. Pihak manajemen memastikan bahwa langkah ini diambil untuk mendukung kelancaran acara sekaligus menjaga mobilitas masyarakat tetap terakomodasi dengan aman dan nyaman.
Untuk meminimalkan kebingungan pelanggan, Transjakarta telah menyiagakan personel operasional di berbagai halte strategis dan titik integrasi. Petugas di lapangan akan memberikan informasi langsung serta membantu pelanggan yang terdampak oleh perubahan rute tersebut. Hal ini menjadi komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan transportasi publik di tengah dinamika agenda kota.
Manajemen Transjakarta mengimbau para pelanggan untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi komunikasi perusahaan. Langkah proaktif ini diharapkan dapat memastikan bahwa masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan andal, meskipun terdapat kendala aksesibilitas di beberapa titik utama selama pelaksanaan kegiatan olahraga di Jakarta.