Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli mendatang di Jakarta. Acara ini diprediksi akan menjadi momentum strategis bagi partai tersebut dalam meneguhkan posisi politiknya di kancah nasional.
Sekretaris Panitia Harlah PKB, Rivqy Abdul Halim, mengonfirmasi bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah dijadwalkan untuk hadir dalam perhelatan tersebut. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu diharapkan dapat memberikan nilai lebih pada peringatan hari jadi partai yang mengusung tema 'Arah Baru, Amanat Ekonomi Konstitusi' ini.
Selain Presiden, panitia juga turut mengundang seluruh pimpinan partai politik sahabat untuk hadir dalam acara puncak pada malam hari. Rivqy menuturkan bahwa agenda ini merupakan upaya PKB untuk membangun komunikasi politik yang inklusif sekaligus merayakan perjalanan panjang partai dalam berkontribusi bagi bangsa.
Menjelang puncak acara, PKB telah merancang serangkaian kegiatan sosial dan edukatif, termasuk penyerahan beasiswa pendidikan serta pembangunan fasilitas bagi Sekolah Adat Arus Kula di Kalimantan Barat. Selain itu, terdapat program 'Pesta Pohon PKB' di kawasan Cempaka Putih sebagai bentuk kepedulian partai terhadap isu lingkungan hidup.
Dalam aspek pengembangan kapasitas sumber daya manusia, PKB berencana menggelar diskusi masif mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang ditujukan bagi 10.000 pesantren di seluruh Indonesia. Langkah ini menunjukkan upaya partai untuk mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan berbasis agama.
Agenda Harlah ke-28 ini juga akan diisi dengan pelantikan serentak bagi 514 Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan 38 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia. Puncak rangkaian acara akan diawali dengan pertemuan Ijtima Ulama yang menghadirkan para kiai khos dari berbagai pondok pesantren di tanah air pada pagi hari sebelum perayaan malam puncak.