Berita

Polda Jatim Buru Terduga Pelaku Pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan

Polda Jatim Buru Terduga Pelaku Pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan

Ringkasan

  • Polda Jatim kerahkan tim khusus untuk memburu terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan yang ditemukan tewas di Bandara Juanda.

Polda Jawa Timur kini tengah memimpin pengejaran terhadap terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, RYS (51). Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam mobil dinasnya yang terparkir di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memberikan dukungan penuh kepada Polresta Sidoarjo dalam menangani kasus ini. Tim khusus telah dibentuk dan disebar ke beberapa wilayah untuk melacak jejak pelaku yang diduga melarikan diri ke luar kota.

Salah satu tim investigasi saat ini dilaporkan sedang bergerak ke arah barat untuk melakukan pengejaran. Namun, pihak kepolisian belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi spesifik demi menjaga kerahasiaan dan integritas proses penyidikan yang sedang berlangsung.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menyatakan apresiasinya terhadap langkah cepat Polda Jatim yang turun langsung dalam upaya penangkapan pelaku. Pihak keluarga berharap agar pelaku dapat segera diidentifikasi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Siko Sesaria Putra, menegaskan bahwa temuan awal penyelidikan mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Meski begitu, kepolisian masih menunggu hasil resmi dari Laboratorium Forensik Polda Jatim terkait pemeriksaan toksikologi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Sebelumnya, hasil pemeriksaan forensik di RS Bhayangkara menunjukkan adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban, termasuk luka robek di telinga dan tanda-tanda asfiksia atau mati lemas. Karena kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan, hasil uji toksikologi pada sampel ginjal dan lambung menjadi kunci penting dalam mengungkap kasus misterius ini.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menyoroti urgensi penguatan sistem keamanan di area publik vital seperti bandara untuk mencegah tindak kriminalitas berat. Selain itu, kecepatan respons kepolisian dalam menangani perkara yang melibatkan pejabat publik menjadi tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit