Jakarta – Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyampaikan optimisme tinggi terkait prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini ia sampaikan saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, setelah mengamati pesatnya transformasi pembangunan yang dicapai Indonesia sejak kunjungan perdananya pada tahun 2013.
Dalam pernyataan bersama dengan Presiden Prabowo Subianto, Lukashenko menegaskan kekagumannya terhadap dinamika ekonomi Tanah Air. Ia menyebut bahwa kemajuan yang terlihat saat ini merupakan bukti nyata dari stabilitas dan potensi besar Indonesia di panggung global, yang menurutnya akan terus berlanjut di masa depan.
Kunjungan Lukashenko ke Jakarta merupakan tindak lanjut dari rencana diplomasi yang telah dipersiapkan selama satu tahun terakhir. Pertemuan tersebut melibatkan diskusi intensif dengan jajaran menteri, delegasi, serta perwakilan sektor dunia usaha guna memetakan peluang kolaborasi konkret yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Salah satu capaian strategis dalam pertemuan ini adalah peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030. Dokumen ini menjadi kerangka acuan resmi bagi kedua negara untuk memperdalam hubungan bilateral di berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, industri, hingga pertukaran teknologi.
Presiden Prabowo Subianto menyambut hangat kunjungan kedua Lukashenko tersebut sebagai simbol eratnya persahabatan antara Indonesia dan Belarus. Sebagai bentuk komitmen untuk menjaga momentum kerja sama, Presiden Prabowo menyatakan kesiapannya untuk melakukan kunjungan balasan ke Belarus guna memperkuat komunikasi tingkat kepala negara.
Optimisme Lukashenko selaras dengan data terkini dari Badan Pusat Statistik yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (yoy). Angka impresif ini didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, peningkatan belanja pemerintah, serta pertumbuhan signifikan pada sektor akomodasi dan investasi, yang menjadikan Indonesia sebagai pasar yang sangat menarik bagi mitra internasional seperti Belarus.