Internasional

Pria Kesulitan Ekonomi Minta Tambahan Porsi Nasi, Pemilik Restoran Beri Tawaran Pekerjaan

Pria Kesulitan Ekonomi Minta Tambahan Porsi Nasi, Pemilik Restoran Beri Tawaran Pekerjaan

Ringkasan

  • Seorang pria pengangguran di Tiongkok mendapatkan tawaran magang setelah meminta tambahan porsi nasi pada pesanan makanan daringnya karena kesulitan ekonomi.

Sebuah kisah mengharukan datang dari seorang pria asal Tiongkok yang sedang mengalami masa sulit secara finansial. Pria bermarga Wan tersebut, yang saat ini berstatus sebagai pengangguran, secara tidak sengaja mendapatkan secercah harapan baru setelah memesan makanan melalui aplikasi pengiriman daring. Pengalaman pribadinya ini kemudian menjadi viral di media sosial, menarik simpati jutaan orang yang tersentuh oleh kebaikan hati seorang pemilik restoran di Wuxi, Provinsi Jiangsu.

Kejadian bermula ketika Wan memesan seporsi nasi goreng dengan harga 12,8 yuan atau sekitar 2 dollar AS. Mengingat kondisi ekonominya yang sedang terpuruk pasca terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan belum menerima gaji terakhir, ia memberanikan diri menuliskan catatan khusus pada pesanan tersebut. Dalam pesanan itu, ia memohon agar pemilik restoran bersedia memberikan porsi nasi yang lebih banyak karena ia hanya mampu makan sekali dalam sehari.

Tanpa diduga, ketika pesanan tersebut sampai ke tangannya, Wan mendapati porsi nasi yang jauh lebih besar dari standar biasanya. Namun, yang lebih mengejutkan adalah pesan tertulis tangan yang tertera di tutup kotak makan tersebut. Pemilik restoran tidak hanya memberikan tambahan makanan, tetapi juga sebuah tawaran pekerjaan untuk menjadi karyawan magang di restorannya, sebuah langkah yang sangat berarti bagi seseorang yang sedang berjuang mencari nafkah.

Wan yang merasa sangat terharu kemudian membagikan pengalamannya melalui video di media sosial pada pertengahan Juni lalu. Rekaman tersebut dengan cepat menyebar luas, mencatatkan 40 juta penayangan dan hampir empat juta tanda suka dari warganet. Banyak netizen yang memuji empati tinggi dari pemilik restoran tersebut, menyebutnya sebagai tindakan kemanusiaan yang langka di tengah kerasnya kehidupan perkotaan.

Dalam unggahannya, Wan mengaku bahwa ia awalnya hanya berharap bisa merasa kenyang agar mampu bertahan hidup di tengah krisis yang ia hadapi. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa permohonan sederhana akan mendapatkan respons yang mengubah nasibnya. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemilik restoran yang telah menunjukkan kepedulian tulus terhadap sesama manusia yang sedang berada di titik terendah.

Kisah ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas tentang pentingnya empati dan solidaritas dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat, tindakan kecil seperti yang dilakukan pemilik restoran di Wuxi ini mampu memberikan dampak besar bagi kehidupan seseorang. Kesediaan untuk berbagi dan memberikan kesempatan kerja menjadi bukti nyata bahwa kebaikan hati masih menjadi kekuatan yang mampu menggerakkan perubahan positif di lingkungan sekitar.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti bagaimana platform pengiriman makanan dapat menjadi kanal interaksi sosial yang bermakna di luar sekadar transaksi komersial. Di Indonesia, fenomena ini relevan dengan budaya gotong royong dan potensi ekonomi gig yang dapat memberikan jaring pengaman bagi individu yang sedang mengalami kesulitan finansial melalui pemberdayaan langsung.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit