Internasional

Di Tengah Ketidakpastian AS, Jepang dan Korea Selatan Didorong Perkuat Aliansi Keamanan

Di Tengah Ketidakpastian AS, Jepang dan Korea Selatan Didorong Perkuat Aliansi Keamanan

Ringkasan

  • Taro Kono mendesak Jepang dan Korea Selatan untuk memperkuat aliansi keamanan di tengah ketidakpastian komitmen Amerika Serikat di Asia Timur.

Mantan Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Jepang, Taro Kono, menegaskan pentingnya penguatan aliansi keamanan antara Jepang dan Korea Selatan. Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran mengenai stabilitas kawasan Asia Timur akibat komitmen Amerika Serikat yang mulai dianggap tidak pasti di masa depan. Kono menekankan bahwa kedua negara harus melampaui kerja sama ekonomi dan mulai merumuskan strategi pertahanan bersama yang lebih solid.

Berbicara dalam konferensi pers di sela-sela Jeju Forum for Peace and Prosperity di Korea Selatan, Kono menyatakan bahwa kolaborasi keamanan antara Tokyo dan Seoul merupakan elemen krusial bagi perdamaian regional. Menurutnya, Jepang dan Korea Selatan kini berada dalam posisi di mana mereka harus saling mengandalkan satu sama lain untuk menjaga stabilitas, mengingat jarak geografis dari sekutu strategis lainnya seperti Australia dan Filipina yang cukup jauh.

Lebih lanjut, Kono mengakui bahwa meskipun kehadiran militer Amerika Serikat di Semenanjung Korea dan Jepang masih sangat vital, negara-negara di kawasan Asia-Pasifik perlu meningkatkan kapasitas pertahanan mandiri. Ketergantungan yang terlalu besar pada Washington dinilai berisiko, terutama jika kebijakan luar negeri AS di masa mendatang cenderung lebih isolasionis atau kurang memprioritaskan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam analisisnya, Kono membandingkan situasi Asia dengan Eropa. Ia berpendapat bahwa negara-negara Eropa mungkin masih memiliki peluang untuk membentuk aliansi pertahanan alternatif yang efektif meski tanpa keterlibatan penuh Amerika Serikat. Namun, bagi Korea Selatan, Jepang, dan negara mitra lainnya di Indo-Pasifik, skenario 'Rencana B' tanpa peran AS dianggap hampir mustahil untuk diwujudkan.

Diskusi yang dimoderatori oleh Moon Chung-in, mantan penasihat khusus kebijakan luar negeri untuk Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, ini juga dihadiri oleh mantan Menteri Luar Negeri Australia, Gareth Evans. Pertemuan ini menyoroti pergeseran dinamika geopolitik global dan pentingnya kepemimpinan regional dalam merespons tantangan keamanan yang kian kompleks di masa depan.

Pada akhirnya, seruan Kono mencerminkan realitas baru di Asia Timur di mana diplomasi pertahanan menjadi semakin mendesak. Dengan adanya ancaman keamanan yang terus berkembang, Jepang dan Korea Selatan didorong untuk mengesampingkan perbedaan sejarah di masa lalu demi membangun kemitraan strategis yang mampu menjamin keberlangsungan keamanan regional secara mandiri dan kolektif.

Mengapa Ini Penting

Stabilitas di Asia Timur sangat memengaruhi rantai pasok teknologi global dan keamanan jalur perdagangan laut yang krusial bagi Indonesia. Pergeseran aliansi di kawasan ini memaksa negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk lebih waspada dalam menavigasi kebijakan luar negeri di tengah persaingan kekuatan besar.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit