Nasional

Program TMMD Bantul Targetkan Infrastruktur Jalan dan Rehabilitasi Rumah Warga

Ringkasan

  • Program TMMD Tahap III 2026 di Bantul membangun jalan baru 500 meter dan merehabilitasi satu RTLH di Dlingo guna mendukung mobilitas ekonomi warga.

Kabupaten Bantul kembali menjadi lokasi pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap III Tahun 2026. Sasaran utama kali ini terpusat di Padukuhan Rejosari, Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur fisik dan pemberdayaan masyarakat.

Komandan Kodim 0729/Bantul Letkol Kav Fikri Nurheldi menyatakan bahwa program ini dirancang sesuai kebutuhan warga setempat. Pembukaan akses jalan baru sepanjang 500 meter dengan lebar 4 meter menjadi prioritas untuk memperlancar mobilitas harian warga yang selama ini terkendala kondisi geografis.

Untuk menunjang jalan utama, personel TNI bersama warga juga membangun cor blok sepanjang 650 meter. Struktur ini memiliki ketebalan 10 sentimeter dan lebar 70 sentimeter di kedua sisi jalan. Upaya tersebut diperkuat dengan pemasangan talud penahan jalan sepanjang 130 meter, lebar 30 sentimeter, dan tinggi 1,3 meter agar konstruksi lebih kokoh menghadapi cuaca.

Kegiatan fisik lainnya mencakup rehabilitasi satu unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga setempat. Perbaikan ini diharapkan dapat memberikan hunian yang lebih layak dan aman bagi keluarga penerima manfaat di tengah upaya pemerataan kesejahteraan desa.

TMMD bukan sekadar proyek konstruksi rutin. Program ini lahir dari semangat integrasi antara TNI dan rakyat dalam mengatasi isolasi wilayah perdesaan. Di Dlingo yang berbukit, keterbatasan akses sering kali menjadi penghambat distribusi hasil bumi serta layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Pada sektor nonfisik, TMMD Tahap III di Bantul juga menggelar penyuluhan serta peningkatan kapasitas masyarakat. Kegiatan ini berfungsi sebagai fondasi pemberdayaan agar warga memiliki keterampilan mandiri pasca-infrastruktur selesai dibangun. Tanpa pendampingan, fasilitas fisik berisiko tak terawat maksimal.

Dampak pembangunan jalan di Rejosari sangat relevan dengan tantangan pemerataan ekonomi di Indonesia. Infrastruktur yang mantap memangkas biaya logistik mikro dan mempercepat pergerakan produk lokal. Hal serupa terlihat pada program TMMD di berbagai daerah yang sukses menembus kecamatan tertinggal.

Kehadiran TMMD menunjukkan bahwa intervensi padat karya masih menjadi instrumen efektif untuk mempercepat pembangunan di wilayah dengan APBD terbatas. Sinergi TNI dan pemerintah daerah menekan biaya operasional sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan warga terhadap aset desa.

Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta menilai TMMD sebagai wujud nyata semangat gotong royong yang mengakar di masyarakat. “Melalui TMMD Tahap III ini, TNI dan rakyat bahu-membahu untuk menyelesaikan pekerjaan demi kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Menurut Aris, perpaduan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan inklusif. “Tidak ada satu pun warga Bantul yang tertinggal,” tegasnya mengenai target pemerataan di kabupaten tersebut.

Ke depan, kelanjutan program ini akan bergantung pada pemeliharaan warga dan alokasi anggaran kalurahan. Pembukaan jalan di Terong diharapkan memicu munculnya usaha kecil menengah berbasis potensi lokal seperti agrowisata atau olahan pangan.

Tren pembangunan partisipatif model TMMD diprediksi tetap relevan menghadapi disparitas antarwilayah. Kolaborasi vertikal antara pusat, daerah, dan unsur TNI terbukti mampu menjawab kebutuhan mendesak di pedalaman yang kerap luput dari radar pembangunan komersial.

Mengapa Ini Penting

Program padat karya seperti TMMD di Bantul menjadi krusial karena menyentuh wilayah pedalaman yang sulit dijangkau skema pembangunan komersial maupun anggaran daerah mandiri. Kehadiran akses jalan baru tidak hanya menekan biaya logistik, tetapi juga membuka peluang transformasi sosial-ekonomi warga pinggiran. Kolaborasi TNI dan pemda ini membuktikan bahwa pendekatan gotong royong masih relevan mengejar target pemerataan kesejahteraan nasional tanpa meninggalkan kelompok rentan.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit