Internasional

Anggota DPR AS Ro Khanna Ditahan Pemukim Israel, Kini Hadapi Serangan Politik

Ringkasan

  • Anggota DPR AS Ro Khanna ditahan pemukim Israel di Tepi Barat dan kini mendapat serangan politik dari kubu pro-Israel.
  • Simak analisis mendalamnya.

Anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Ro Khanna, menjadi sorotan internasional setelah ditahan oleh sekelompok pemukim Israel bersenjata saat dalam perjalanan menuju sebuah desa Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Insiden yang berlangsung lebih dari satu jam itu tidak hanya memicu kemarahan para aktivis hak asasi manusia, tetapi juga membuka serangan politik bertubi-tubi dari kubu pro-Israel yang menuduh Khanna sengaja memprovokasi kejadian tersebut.

Khanna menceritakan bahwa pada Rabu lalu ia bepergian ke desa Palestina di Tepi Barat ketika mobil van yang ditumpanginya dihadang oleh pemukim bersenjata yang menggedor kendaraan sambil menodongkan senapan M4. Tak lama kemudian, tentara Israel datang dan justru ikut memblokir jalan. Khanna baru bisa melanjutkan perjalanan setelah menghubungi Kedutaan Besar AS di Israel. Ia merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya pada akhir pekan lalu, yang kemudian menjadi viral.

Alih-alih mendapat permintaan maaf dari Israel, para pejabat Israel justru melancarkan serangan balik. Duta Besar Israel untuk AS, Michael Leiter, menuduh Khanna gagal berkoordinasi dengan pemerintah Israel dan lebih memilih bekerja sama dengan aktivis Palestina serta J Street, sebuah kelompok Yahudi progresif. Namun J Street membantah terlibat dalam perjalanan tersebut. Leiter juga secara sinis mengaitkan rilis video Khanna dengan skandal seks yang menimpa kandidat yang didukung Khanna, Graham Platner.

Khanna dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebut militer Israel berbohong tentang versi kejadian. "Mereka menahan warga Amerika, termasuk pejabat pemerintah AS. Para pemukim bersenjata menendang ban van, menertawakan, dan merekam kami. Tentara Israel ikut memblokir jalan dan menahan kami," ujarnya dalam wawancara dengan NBC News. Ia mendesak agar para pemukim ditangkap dan meminta pihak yang bersalah menghadapi konsekuensi.

Serangan politik juga datang dari politisi Republik dan tokoh konservatif. Anggota DPR Greg Murphy menyebut aksi Khanna hanya pencarian perhatian. Mantan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman menuduh Khanna sengaja memasuki zona terlarang untuk membuat narasi palsu. Namun, komentator konservatif Tucker Carlson justru membela Khanna dengan mengkritik Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, yang bungkam atas perlakuan terhadap anggota kongres AS.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat, yang kerap berlangsung di bawah perlindungan militer Israel. Berdasarkan hukum internasional, pendudukan Israel atas wilayah Palestina dan pembangunan pemukiman adalah ilegal. Mahkamah Internasional (ICJ) pada 2024 menegaskan bahwa kebijakan pemukiman Israel melanggar hukum internasional. Setahun lalu, pemukim Israel bahkan membunuh warga AS, Sayfollah Musallet, 20 tahun.

Peristiwa ini menunjukkan ketegangan yang semakin terbuka antara sayap progresif Partai Demokrat dengan kelompok pro-Israel di AS. Khanna, yang dikenal vokal mendukung hak asasi Palestina, kini menghadapi tekanan besar dari lobi pro-Israel yang berusaha mendiskreditkan kredibilitasnya. Meski demikian, Khanna menegaskan tidak akan mundur dan terus memperjuangkan akuntabilitas bagi pelanggaran yang dilakukan pemukim dan militer Israel.

Para pengamat menilai bahwa insiden ini bisa menjadi titik balik bagi kebijakan luar negeri AS terhadap Israel, khususnya jika anggota Kongres AS mulai mengalami langsung tindakan represif yang kerap dialami warga Palestina. Di Indonesia, berita ini kembali mengingatkan pentingnya dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan penegakan hukum internasional. Bagi dunia teknologi, instabilitas geopolitik seperti ini berpotensi mengganggu kerja sama regional dan rantai pasok global.

Mengapa Ini Penting

Berita ini penting karena memperlihatkan bahwa kekerasan pemukim Israel kini menyasar langsung pejabat AS, menandakan eskalasi yang dapat mempengaruhi konflik dan hubungan diplomatik. Bagi Indonesia yang secara konsisten mendukung Palestina, insiden ini memperkuat argumen bahwa pendudukan ilegal harus diakhiri dan pelanggar harus diadili. Dari segi teknologi dan bisnis, ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah berpotensi mengganggu rantai pasok global serta kerja sama investasi di kawasan, yang juga berdampak pada ekosistem teknologi Indonesia.

Sumber Asli
Al Jazeera
Tanggal
12 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit