Internasional

SADC Desak Madagaskar Jaga Stabilitas dan Konstitusi di Tengah Krisis Politik

SADC Desak Madagaskar Jaga Stabilitas dan Konstitusi di Tengah Krisis Politik

Ringkasan

  • SADC mendesak Pemerintah Madagaskar melakukan reformasi transparan demi memulihkan demokrasi di tengah krisis politik dan energi.

Para pemimpin negara yang tergabung dalam Komunitas Pembangunan Afrika Selatan (SADC) secara resmi mendesak Pemerintah Madagaskar untuk segera berkomitmen pada reformasi politik yang transparan dan tepat waktu. Langkah ini diambil sebagai upaya kolektif untuk melindungi tatanan konstitusional serta memulihkan tata kelola demokrasi di negara kepulauan tersebut yang saat ini tengah berada dalam kondisi politik yang sangat rapuh.

Ketegangan di Madagaskar memuncak setelah mantan Presiden Andry Rajoelina digulingkan pada Oktober 2025. Situasi semakin memanas akibat gelombang protes yang dipelopori oleh kelompok pemuda, yang dipicu oleh krisis mendasar berupa minimnya akses air bersih dan listrik. Saat ini, tampuk kepemimpinan dipegang oleh Kolonel Michael Randrianirina, seorang perwira angkatan darat yang tercatat telah dua kali lolos dari upaya pembunuhan selama masa transisi kekuasaan.

Dalam komunike resmi pasca-KTT virtual yang dipimpin oleh Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, SADC menegaskan bahwa reformasi harus diarahkan pada pemulihan tatanan konstitusional secara menyeluruh. Blok regional ini menuntut agar kehendak rakyat Madagaskar untuk memiliki pemerintahan yang dipilih secara demokratis segera diwujudkan tanpa penundaan lebih lanjut demi menghindari disintegrasi sosial yang lebih luas.

Selain aspek teknis pemerintahan, KTT tersebut menyoroti pentingnya dialog inklusif dan rekonsiliasi nasional selama masa transisi. SADC secara tegas menyerukan penghentian praktik penangkapan sewenang-wenang terhadap para pemimpin oposisi serta anggota kelompok aktivis Generasi Z. Mereka juga mendesak pembebasan tahanan politik dan memberikan jaminan keamanan bagi pengungsi politik untuk kembali ke tanah air.

Untuk memastikan proses ini berjalan sesuai koridor, SADC memperluas mandat panel tetua blok tersebut ke Madagaskar. Panel yang beranggotakan tokoh berpengalaman, termasuk mantan Presiden Malawi Joyce Banda, akan fokus pada pengawasan rekonsiliasi, reformasi sistem pemilu, serta persiapan krusial menuju referendum dan pemilihan umum nasional agar proses transisi tetap kredibel di mata internasional.

Di sela-sela pembahasan mengenai Madagaskar, para pemimpin SADC juga menyatakan keprihatinan mendalam terkait wabah Ebola yang melanda wilayah timur Republik Demokratik Kongo. Pernyataan ini menegaskan kembali komitmen solidaritas regional blok tersebut dalam menghadapi tantangan keamanan kesehatan dan stabilitas politik yang mengancam kawasan Afrika secara keseluruhan.

Mengapa Ini Penting

Stabilitas politik di Madagaskar memiliki dampak langsung terhadap rantai pasok komoditas global dan keamanan di wilayah Samudra Hindia. Bagi Indonesia, memantau dinamika politik di negara-negara mitra regional penting untuk mitigasi risiko investasi dan stabilitas jalur perdagangan internasional.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit