Internasional

Sidang Kasus Pengaturan Tender Proyek Renovasi HK$700 Juta di Hong Kong Baru Akan Dimulai pada 2028

Sidang Kasus Pengaturan Tender Proyek Renovasi HK$700 Juta di Hong Kong Baru Akan Dimulai pada 2028

Ringkasan

  • Kasus dugaan pengaturan tender proyek gedung senilai HK$700 juta di Hong Kong melibatkan 20 pihak dan baru akan disidangkan pada 2028.

Delapan perusahaan dan 12 individu yang diduga terlibat dalam sindikat pengaturan tender (bid-rigging) untuk setidaknya 11 proyek pemeliharaan gedung di Hong Kong dijadwalkan akan menghadapi persidangan selama satu bulan paling cepat pada tahun 2028. Kasus ini mencakup proyek dengan nilai total mencapai hampir HK$700 juta atau sekitar US$89,4 juta yang berlangsung antara April 2022 hingga September 2023.

Tribun Persaingan Usaha (Competition Tribunal) telah menggelar sidang perdana pada Rabu lalu untuk menanggapi gugatan dari Komisi Persaingan Usaha (Competition Commission). Komisi tersebut secara resmi melayangkan gugatan hukum terhadap para pihak yang diduga terlibat dalam praktik kartel ini pada Maret lalu, setelah melakukan investigasi mendalam terhadap pola operasional mereka.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan dalam kasus ini adalah renovasi di Wang Fuk Court, lokasi yang sempat menjadi perhatian publik setelah insiden kebakaran tragis yang menelan 168 korban jiwa pada tahun lalu. Keterlibatan perusahaan dalam proyek pemeliharaan gedung yang sensitif secara keamanan ini memicu kemarahan masyarakat karena dugaan praktik korupsi yang mengorbankan standar keselamatan.

Berdasarkan dokumen pengadilan, sindikat ini diduga dipimpin oleh seorang pengusaha bernama Cheung Kwing-kuen. Cheung dikabarkan mengendalikan beberapa entitas bisnis, yaitu Smart Goal Construction Engineering, Lermond Development Group, dan Dream Building Construction Engineering. Komisi menyatakan bahwa Cheung merancang skema sistematis untuk menguasai pangsa pasar konstruksi di Hong Kong.

Dalam bukti pesan kerja yang diungkap ke publik, Cheung yang kini berusia 42 tahun secara terbuka menyatakan ambisinya untuk menantang ambang batas pangsa pasar sebesar 25 persen di industri terkait. Tindakan ini menunjukkan adanya niat terencana untuk memonopoli proyek-proyek pemeliharaan gedung melalui kolusi dengan kontraktor lain yang terafiliasi dengannya.

Saat ini, Cheung beserta perusahaan-perusahaan miliknya dan rekanan kontraktor yang terlibat telah terdaftar sebagai responden dalam persidangan ini. Lamanya waktu tunggu hingga tahun 2028 untuk memulai persidangan mencerminkan kompleksitas kasus hukum yang melibatkan banyak pihak serta kebutuhan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang sangat teknis terkait praktik persaingan curang dalam tender konstruksi.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi industri konstruksi di Indonesia mengenai risiko praktik kartel dalam tender proyek infrastruktur atau pemeliharaan gedung. Transparansi dalam proses lelang sangat krusial untuk mencegah monopoli yang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga membahayakan standar keselamatan bangunan bagi masyarakat luas.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
24 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit