Anggota DPR RI, Rizki Faisal, menekankan pentingnya sinergi komunikasi publik di antara jajaran Kabinet Merah Putih. Menurutnya, konsistensi penyampaian kebijakan yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto menjadi instrumen vital dalam menjaga serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Dalam pandangan Rizki, komunikasi yang terintegrasi memungkinkan program-program strategis nasional dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo memerlukan kerja kolektif yang tidak hanya terbatas pada eksekusi program, tetapi juga dalam menjelaskan capaian kinerja serta merespons dinamika sosial di ruang publik secara proaktif.
Pernyataan tersebut disampaikan Rizki menyusul hasil riset monitoring digital dari Sintesa Strategi Indonesia (SSI). Data menunjukkan bahwa sentimen positif terhadap Presiden Prabowo masih dominan di angka 41,5 persen, jauh melampaui sentimen negatif yang berada pada angka 13,8 persen, sementara sisanya bersifat netral.
Riset yang dilakukan sepanjang periode 5 Juni hingga 2 Juli 2026 ini mencakup analisis dari berbagai platform media sosial seperti X, Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok, serta media daring. Temuan tersebut mengonfirmasi bahwa legitimasi publik terhadap kepemimpinan Presiden masih terjaga dengan baik.
Lebih lanjut, riset tersebut menyoroti peran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, sebagai figur kabinet yang memberikan kontribusi sentimen positif paling signifikan. Rizki mendorong agar pola komunikasi serupa dapat diterapkan secara merata oleh seluruh menteri agar keberhasilan pemerintah dapat tersosialisasi dengan lebih efektif.
Sebagai penutup, Rizki menegaskan bahwa soliditas komunikasi pemerintah berbanding lurus dengan kekuatan kepercayaan masyarakat kepada negara. Ia berharap seluruh jajaran kabinet dapat terus meningkatkan koordinasi agar narasi keberhasilan pemerintah tetap terjaga di tengah tantangan arus informasi yang sangat cepat.