Timor Leste kini tengah berupaya memanfaatkan hubungan yang lebih erat antara ASEAN dan kawasan Greater Bay Area (GBA) Tiongkok untuk menarik investasi serta transfer teknologi. Sebagai anggota terbaru di blok Asia Tenggara, Timor Leste menghadapi tantangan besar dalam membangun kapasitas nasional agar dapat memetik manfaat maksimal dari integrasi ekonomi regional yang sedang berkembang pesat.
Dalam paparannya pada ajang GBA-Asean Summit 2026, Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Francisco Kalbuadi Lay, menegaskan bahwa kolaborasi antara kedua kawasan tersebut dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat. Namun, ia menekankan pentingnya kebijakan yang memastikan kemajuan tersebut bersifat inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh anggota yang terlibat.
Lay menyoroti bahwa kekuatan antara kedua kawasan ini sangat komplementer. Greater Bay Area, yang mencakup Hong Kong, Makau, serta sembilan kota di Provinsi Guangdong, memiliki keunggulan dominan di sektor teknologi dan keuangan. Di sisi lain, ASEAN menawarkan basis pasar yang masif dengan total populasi mencapai 680 juta jiwa.
"ASEAN dan GBA merepresentasikan salah satu mesin ekonomi paling dinamis di dunia saat ini," ujar Lay dalam konferensi tersebut. Menurutnya, sinergi antara kedua wilayah ini bukan sekadar wacana, melainkan peluang nyata untuk membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan mempercepat transformasi digital di kawasan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguatan kerja sama ini akan difokuskan pada sektor industri berkelanjutan untuk menciptakan kemakmuran bagi masyarakat di masing-masing negara. Bagi ekonomi baru seperti Timor Leste, akses ke teknologi dan modal asing menjadi kunci utama dalam upaya mendiversifikasi struktur ekonomi serta memperkuat institusi domestik mereka.
Langkah Timor Leste ini mencerminkan ambisi negara-negara berkembang di Asia Tenggara untuk tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika ekonomi global. Dengan mengintegrasikan diri ke dalam ekosistem GBA, Timor Leste berharap dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan daya saing industri di pasar internasional melalui kemitraan strategis yang lebih luas.