Tentara Nasional Indonesia (TNI) menargetkan pembangunan 11.000 fasilitas publik tahun 2026, meliputi 5.000 jembatan dan 6.000 titik sarana air bersih. Program ini dilaksanakan melalui skema akselerasi di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan hal ini saat peresmian pembangunan 2.500 jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hingga kini, 2.500 jembatan telah selesai dibangun, tersebar di berbagai wilayah dengan kecepatan penyelesaian yang bervariasi.
Pembangunan infrastruktur jembatan dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat, termasuk data dari media. TNI mengumpulkan informasi dari berbagai pihak untuk menemukan wilayah yang membutuhkan akses jembatan. Di sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Timur dan Ogan Komering Ilir, pembangunan memerlukan pendekatan khusus akibat kondisi geografis yang menantang.
Program penyediaan air bersih juga terus diperbarui. Sejak Januari hingga Agustus 2026, 3.232 fasilitas air bersih telah dibangun, dengan 3.000 di antaranya sudah tuntas. Target akhir tahun mencapai 6.000 titik air bersih.
Keterlibatan masyarakat dianggap kunci keberhasilan program ini. Budaya gotong royong menjadi faktor penting yang mendorong partisipasi aktif warga dalam setiap pelaksanaan pembangunan fasilitas.
Dalam kesempatan peresmian, warga juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan jembatan penghubung antar desa. Salah satunya adalah Jembatan Cikolawing yang akan menghubungkan Desa Wibawamulya dengan Sirnajati di Cibarusah.
Maruli menekankan komitmen TNI untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat luas.
Program ini menunjukkan peran strategis TNI di luar tugas tradisionalnya, dengan menggabungkan kemampuan operasional militer dan kebutuhan pembangunan sosial.
Dengan dukungan pemerintah pusat, program ini diproyeksikan dapat mencapai target 11.000 fasilitas publik sesuai jadwal, mendukung visi pembangunan nasional.
Keberhasilan inisiatif ini juga mengandung pelajaran penting tentang pentingnya kolaborasi antar lembaga pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan infrastruktur.
TNI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini ke wilayah-wilayah yang belum terlayani, dengan tetap menyesuaikan pendekatan lokasi.
Upaya ini sejalan dengan visi pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang terpencil atau kurang melayani.
Dengan terus berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi lapangan, TNI diharapkan dapat menjadi pelopor dalam penyelesaian masalah infrastruktur nasional.