Sebuah tragedi memilukan terjadi di Lagos, Nigeria, pada Kamis lalu ketika sebuah bangunan tempat tinggal berlantai tiga mendadak runtuh. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa insiden tersebut menelan setidaknya sembilan korban jiwa, termasuk seorang balita berusia dua tahun. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden kegagalan struktur bangunan di pusat ekonomi Nigeria tersebut.
Proses evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan dari Lagos State Emergency Management Agency (LASEMA), National Emergency Management Agency (NEMA), serta layanan pemadam kebakaran berlangsung intensif sepanjang hari hingga Jumat pagi. Sebanyak 27 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan dengan berbagai tingkat keparahan cedera dan kini tengah mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Bangunan yang runtuh tersebut terletak di kawasan Alakija, dekat dengan jalan raya sibuk Lagos-Badagry di Satellite Town. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan padat penduduk yang didominasi oleh perumahan tua serta berbagai unit usaha kecil, mulai dari kafe siber, studio foto, hingga bengkel perbaikan ponsel yang saat kejadian sedang beroperasi dengan banyak penghuni di dalamnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti keruntuhan bangunan tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Namun, para ahli menyoroti bahwa insiden semacam ini bukanlah hal baru di Lagos. Pesatnya urbanisasi yang tidak dibarengi dengan pengawasan ketat, penggunaan material konstruksi di bawah standar, serta lemahnya penegakan regulasi bangunan menjadi faktor utama yang sering memicu kecelakaan serupa.
Menanggapi insiden ini, Gubernur Lagos, Babajide Sanwo-Olu, telah mengeluarkan instruksi tegas kepada Lagos State Building Control Agency. Pihaknya diperintahkan untuk segera melakukan penilaian integritas struktural terhadap bangunan-bangunan di sekitar lokasi kejadian guna mencegah risiko keruntuhan susulan serta memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan bangunan yang berlaku.
Operasi penyelamatan dinyatakan resmi berakhir pada Jumat pagi setelah seluruh area reruntuhan disisir oleh tim evakuasi. Otoritas setempat kini fokus pada penanganan korban selamat serta melakukan audit menyeluruh terhadap bangunan-bangunan tua di wilayah tersebut untuk menjamin keselamatan warga di masa depan.