Adaptasi ambisius Christopher Nolan atas epik Homer, 'The Odyssey', telah menjadi pusat perdebatan hangat di dunia maya sejak diumumkan pada akhir 2024. Diskusi yang berkembang mencakup tantangan teknis dalam menerjemahkan karya klasik Yunani ke layar lebar, hingga kontroversi mengenai pemilihan pemeran yang beragam dan tuduhan muatan ideologis dalam naskah film tersebut.
Di tengah hiruk-pikuk opini di media sosial, Universal Studios mengambil langkah strategis yang cukup mengejutkan industri film. Dilansir dari The Hollywood Reporter, pihak studio memutuskan untuk tidak mengadakan penayangan khusus (screening) yang biasanya disediakan secara eksklusif bagi para influencer. Langkah ini dianggap sebagai bentuk kepercayaan diri studio terhadap kualitas film tersebut tanpa harus bergantung pada ulasan instan di media sosial.
Selama ini, penayangan khusus untuk influencer sering kali dikritik karena cenderung menghasilkan pujian berlebihan yang bertujuan menutupi ulasan negatif dari kritikus profesional. Dengan meniadakan sesi khusus ini, Universal Studios tampaknya ingin mengembalikan proses promosi film ke jalur tradisional yang lebih mengandalkan kualitas karya dan ulasan objektif dari para kritikus film bereputasi.
Keputusan ini mendapatkan respons sangat positif dari komunitas kritikus film. Scott Mantz, salah satu pendiri Hollywood Critics Association, secara terbuka menyambut langkah tersebut dengan menyatakan bahwa reaksi influencer di media sosial sering kali tidak memiliki bobot kritis yang memadai. Kritikus lain seperti David Ehrlich dari IndieWire dan Kristen Lopez dari The Film Maven juga memberikan apresiasi serupa, menyebutnya sebagai langkah yang tepat dalam menjaga integritas apresiasi film.
Tim Grierson, kritikus senior untuk Screen International, menilai bahwa langkah ini merupakan upaya studio untuk mengurangi ketergantungan pada suara-suara yang cenderung tidak kritis. Menurutnya, selama ini Hollywood sering menggunakan influencer untuk menciptakan narasi bahwa sebuah film hanya ditujukan bagi penggemar, bukan untuk dinilai secara kritis. Dengan kebijakan baru ini, posisi kritikus profesional kembali dihargai dalam ekosistem perfilman.
Lebih lanjut, strategi ini dinilai sangat cerdas secara pemasaran. Dengan menyamakan waktu penayangan bagi pers dan influencer di acara resmi nantinya, Christopher Nolan memberikan kesan bahwa ia menghargai setiap penonton sebagai audiens yang cerdas dan profesional. Langkah ini sekaligus menjadi ujian bagi studio lain di Hollywood untuk melihat apakah mereka akan berani mengikuti jejak Universal dalam memprioritaskan kualitas di atas popularitas media sosial.