Internasional

Urban Hawker New York Resmi Tutup, KF Seetoh Pastikan Kuliner Singapura Tetap Eksis

Urban Hawker New York Resmi Tutup, KF Seetoh Pastikan Kuliner Singapura Tetap Eksis

Ringkasan

  • Urban Hawker di New York akan resmi ditutup pada 17 Juli mendatang karena alasan pembangunan ulang gedung, namun sang pendiri berjanji akan terus menghadirkan kuliner Singapura di AS.

Urban Hawker, pusat kuliner yang membawa cita rasa otentik Singapura ke jantung New York City, secara resmi mengumumkan akan menghentikan operasionalnya pada 17 Juli mendatang. Kabar ini disampaikan langsung oleh pendiri Makansutra sekaligus kurator proyek tersebut, KF Seetoh, melalui unggahan media sosial pada Selasa (30/6). Penutupan ini menandai berakhirnya perjalanan selama empat tahun bagi destinasi populer yang berlokasi di 135 West 50th Street tersebut.

Keputusan untuk menutup Urban Hawker bukanlah didasari oleh kegagalan bisnis, melainkan karena alasan properti. Seetoh mengungkapkan bahwa pihak pemilik gedung telah memutuskan untuk menjual bangunan tersebut guna keperluan pembangunan ulang. Informasi mengenai rencana penjualan ini sebenarnya sudah diketahui oleh pihak manajemen Urban Hawker sejak setahun yang lalu, memberikan waktu bagi mereka untuk mempersiapkan masa transisi.

Selama empat tahun beroperasi, Urban Hawker telah menjadi rumah bagi berbagai hidangan ikonik Singapura. Beberapa tenant populer yang sempat menarik perhatian warga New York antara lain Hainan Jones dengan menu nasi ayamnya, Prawnaholic Collections yang menyajikan mi udang dan Hokkien mee, serta gerai makanan penutup Lady Wong. Kehadiran mereka berhasil memperkenalkan budaya makan di kedai kopi atau 'hawker culture' kepada masyarakat Amerika Serikat.

KF Seetoh, yang kini berusia 63 tahun, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pelanggan yang telah memberikan dukungan luar biasa sejak awal berdiri. Ia menyebut pengalaman mengurasi dan membangun Urban Hawker sebagai langkah yang sangat menyenangkan dan berharga dalam upaya memperkenalkan kuliner Asia Tenggara ke pasar global yang dinamis seperti New York City.

Meskipun operasional di lokasi saat ini akan berakhir, Seetoh menegaskan bahwa ini bukanlah akhir dari perjalanan budaya makan Singapura di Amerika Serikat. Ia memberikan sinyal kuat bahwa dirinya tengah aktif mencari lokasi baru untuk menampung para penjaja makanan yang dinamis. Seetoh bahkan membuka peluang bagi pihak lain yang mungkin memiliki informasi mengenai ruang komersial yang cocok untuk konsep kedai kopi atau kopitiam.

Langkah strategis ini menunjukkan optimisme Seetoh terhadap pasar Amerika Serikat yang dianggapnya tetap memiliki potensi besar. Dengan tekad untuk terus mengeksplorasi peluang baru, ia berkomitmen untuk memastikan bahwa cita rasa dan semangat kuliner Singapura tetap memiliki tempat di kancah internasional, meski harus berpindah dari lokasi yang selama ini telah menjadi ikon bagi para pecinta kuliner di New York.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti tantangan ekspansi bisnis kuliner di pasar internasional yang sangat bergantung pada stabilitas properti dan lokasi. Bagi pelaku industri kuliner Indonesia, kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya fleksibilitas model bisnis dan ketahanan merek saat menghadapi kendala operasional di luar negeri.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit