Pemerintah Venezuela secara resmi telah menetapkan status darurat nasional setelah negara tersebut diguncang oleh dua gempa bumi besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 secara beruntun. Bencana alam yang terjadi pada Rabu sore waktu setempat ini telah menyebabkan setidaknya 32 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Operasi pencarian dan penyelamatan skala besar saat ini tengah dilakukan di berbagai wilayah terdampak, terutama di ibu kota Caracas.
Gempa terjadi tepat pada saat warga Venezuela sedang merayakan hari libur nasional untuk memperingati Pertempuran Carabobo tahun 1821. Guncangan kuat ini memicu kerusakan infrastruktur yang meluas, memaksa otoritas setempat untuk menutup bandara utama di Caracas, menangguhkan kegiatan belajar mengajar, serta memobilisasi tenaga kesehatan secara nasional untuk segera melapor ke rumah sakit dan klinik guna menangani para korban.
Pejabat Presiden Delcy Rodriguez dalam pidato televisi nasionalnya mengimbau seluruh tenaga medis, termasuk dokter dan perawat, untuk segera turun tangan membantu para korban yang selamat. Laporan dari lapangan menyebutkan kerusakan terparah terjadi di Caracas, khususnya di distrik Altamira, di mana tim penyelamat harus bekerja keras mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan bertingkat tinggi. Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan penilaian menyeluruh terhadap skala kerusakan yang ditimbulkan.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat bahwa episenter gempa berada di negara bagian Yaracuy, sebelah barat Caracas. Gempa pertama berkekuatan 7,2 magnitudo terjadi pada kedalaman 22 kilometer, disusul kurang dari satu menit kemudian oleh gempa yang lebih besar, yakni 7,5 magnitudo pada kedalaman 10 kilometer. Fenomena gempa kembar ini diikuti oleh hampir dua lusin gempa susulan yang terus mengguncang wilayah tersebut.
Kekhawatiran akan peningkatan jumlah korban jiwa terus membayangi karena kondisi bangunan di wilayah terdampak yang mayoritas menggunakan material bata yang tidak diperkuat atau adobe, sehingga sangat rentan terhadap guncangan kuat. USGS memberikan peringatan statistik mengenai potensi dampak yang jauh lebih besar, mengingat padatnya pemukiman yang terdampak di pusat-pusat populasi utama Venezuela.
Di tengah kekacauan ini, keluarga korban masih terus mencari orang-orang terkasih yang dinyatakan hilang di bawah puing-puing bangunan. Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah menyelamatkan nyawa dan mengamankan titik-titik kritis di Caracas dan sekitarnya. Meskipun angka korban saat ini tercatat 32 jiwa, otoritas memperkirakan angka tersebut kemungkinan besar akan terus bertambah seiring dengan berlanjutnya proses evakuasi di lapangan.