Industri kuliner mewah di Asia Tenggara dikejutkan dengan langkah besar Vincent Tan, sosok sentral di balik kesuksesan program wine restoran berbintang tiga Michelin, Odette. Setelah satu dekade mengabdi, Tan memutuskan untuk melepas jabatannya dan bergabung dengan Park90, sebuah platform wine yang kini bertransformasi menjadi kekuatan besar di kawasan regional. Kepindahan ini bukan sekadar perpindahan posisi, melainkan penanda ambisi Park90 untuk memperluas jangkauan operasionalnya di luar Singapura, termasuk rencana ekspansi ke Bangkok dan Kuala Lumpur.
Park90 sendiri baru saja meresmikan kehadiran mereka di lokasi baru, yakni Garden Terrace di Pan Pacific Orchard. Berbeda dengan model operasional sebelumnya yang terikat dengan hotel, kali ini Park90 hadir sebagai entitas independen yang menjalin kemitraan strategis. Mereka membawa koleksi lebih dari 1.000 label anggur premium, termasuk koleksi langka seperti Domaine de la Romanee-Conti dan Screaming Eagle, yang terintegrasi langsung dengan layanan perhotelan mewah tersebut.
Bagi Tan, keputusan untuk meninggalkan Odette bukanlah proses yang instan. Ia sempat menolak tawaran awal dari pemilik Park90. Namun, kepergian Mason Ng sebagai direktur wine sebelumnya di awal tahun 2026 menjadi titik balik yang mengubah pembicaraan kasual menjadi komitmen serius. Tan menegaskan bahwa ia tidak ingin meninggalkan Odette sebelum proyek renovasi restoran tersebut rampung sepenuhnya, sebuah bentuk dedikasi profesional yang ia jaga hingga hari terakhirnya.
Kemitraan antara Tan dan Chef Julien Royer di Odette selama sepuluh tahun telah menciptakan standar emas dalam penyajian wine di Singapura. Royer sendiri memberikan dukungan penuh atas keputusan Tan. Bagi Tan, satu dekade adalah waktu yang cukup untuk membangun sistem yang kokoh, sehingga ia merasa tenang untuk melangkah maju karena yakin operasional di tempat lamanya akan tetap berjalan dengan standar yang sama tinggi meski tanpa kehadirannya.
Di posisi barunya, Tan membawa filosofi kepemimpinan yang unik. Ia menolak gaya manajemen yang kaku atau menyeragamkan karakter timnya. Tan ingin agar setiap sommelier di bawah naungannya memiliki kepribadian dan gaya pelayanan yang autentik. Menurutnya, pengalaman menikmati wine seharusnya menjadi proses penemuan yang personal, bukan sekadar mengikuti instruksi kaku dari seorang pemimpin.
Langkah ini menjadi sangat relevan bagi perkembangan industri hospitality di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di Jakarta dan Bali, tren wine bar yang dikelola oleh sommelier profesional mulai tumbuh pesat seiring meningkatnya permintaan konsumen terhadap pengalaman minum yang lebih edukatif. Keberhasilan model bisnis seperti Park90, yang menggabungkan akses ke wine langka dengan atmosfer yang lebih inklusif, bisa menjadi cetak biru bagi pelaku bisnis kuliner di Indonesia.
Perbandingan dengan pasar Indonesia cukup menarik. Di Indonesia, tantangan utama dalam industri wine sering kali berkutat pada regulasi impor dan pajak barang mewah. Namun, minat terhadap edukasi wine dan akses terhadap label-label eksklusif terus menunjukkan tren positif. Jika Park90 berhasil melakukan ekspansi regional, bukan tidak mungkin konsep serupa akan semakin populer dan memicu persaingan kualitas layanan sommelier yang lebih ketat di tanah air.
Tan tidak terburu-buru untuk melakukan perombakan besar di Park90. Ia memilih untuk mendalami daftar wine yang ada dan merasakan langsung dinamika ruang operasionalnya. Baginya, rare wine bukanlah benda untuk dikoleksi sebagai trofi, melainkan untuk dinikmati dan dirasakan keunikannya. Prinsip ini selaras dengan langkah pemilik Park90, Soo Hoo Khoon Peng, yang sempat viral karena membuka botol Romanee-Conti tahun 1899 di acara privat.
Sebagai direktur wine grup, Tan akan memimpin tim yang sudah mapan, termasuk kepala sommelier Terry Lim dan Zhen Jie New di Singapura, serta Justin Ho sebagai direktur regional. Struktur ini dirancang untuk memastikan konsistensi kualitas saat Park90 mulai merambah ke negara-negara lain. Tan berperan sebagai nahkoda yang akan menyatukan visi operasional di berbagai lokasi berbeda.
Ke depannya, industri wine akan semakin mengarah pada personalisasi. Konsumen saat ini tidak hanya mencari label ternama, tetapi juga cerita di balik botol dan keahlian sommelier yang bisa memberikan rekomendasi tepat sasaran. Tan menyadari hal ini dan siap membawa perubahan melalui pendekatan yang lebih manusiawi dan terbuka.
Transisi ini juga menjadi refleksi bagi para profesional di bidang kuliner bahwa mobilitas bakat adalah bagian alami dari pertumbuhan industri. Setelah sepuluh tahun membangun reputasi di satu tempat, berani mengambil tantangan baru di organisasi yang lebih luas adalah langkah strategis untuk memperkaya perspektif. Tan kini berada di posisi kunci untuk membentuk masa depan budaya minum wine di Asia Tenggara.
Secara keseluruhan, kepindahan Vincent Tan ke Park90 adalah sinyal bahwa pasar wine premium di Asia Tenggara sedang memasuki fase kedewasaan baru. Dengan fokus pada ekspansi regional dan komitmen terhadap kualitas pelayanan, Park90 di bawah pimpinan Tan diprediksi akan menjadi standar baru dalam industri hospitality yang mengedepankan pengalaman konsumsi wine secara mendalam.