FDA dan CDC menyelidiki wabah parasit Cyclospora yang telah menular 1.645 orang di 34 negara bagian AS sejak Mei, dengan 141 pasien dirawat inap. Data terbaru menunjukkan lebih dari 5.100 laporan tambahan yang masih dalam tahap verifikasi, menandakan skala wabah yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Cyclosporiasis adalah infeksi usus yang disebabkan oleh parasit Cyclospora cayetanensis, biasanya tertular melalui konsumsi buah atau sayuran mentah serta air yang tercemar feses. Gejala utamanya meliputi diare berkepanjangan, mual, dan gangguan pencernaan lain yang bisa berlangsung beberapa minggu jika tidak diobati.
Wabah tahun ini menonjol karena sebaran geografis yang luas dan jumlah kasus yang melonjak jauh melebihi insiden sebelumnya. Para pejabat kesehatan mengakui kesulitan mengidentifikasi sumber kontaminasi, mengingat rantai pasokan sayur-sayuran yang kompleks dan cepat berputar.
FDA melakukan penelusuran mundur (traceback) dengan mengumpulkan riwayat konsumsi penderita beberapa minggu sebelum sakit. Laporan The Washington Post menyebutkan selada yang disajikan di restoran Taco Bell menjadi salah satu dugaan, meski perusahaan tersebut menarik bahan tertentu hanya sebagai langkah antisipasi dan belum ada konfirmasi resmi dari otoritas kesehatan.
Donald Prater, wakil komisioner FDA untuk pangan, menyatakan belum ada makanan yang perlu dihindari masyarakat saat ini. Sementara Gwen Biggerstaff dari CDC menekankan investigasi masih berlangsung dan meminta dokter untuk meningkatkan pengujian cyclosporiasis pada pasien dengan gejala pencernaan tidak jelas.
Kritik datang dari Dr. Michael Osterholm, ahli penyakit menular Universitas Minnesota, yang menilai respons federal jauh di bawah kebutuhan. Ia juga menilai komunikasi dari tingkat negara bagian "sangat buruk", sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan informasi akurat dan tepat waktu.
Konsentrasi kasus tertinggi tercatat di Michigan dengan 3.309 kasus, diikuti Ohio dan New York. Bukti awal menunjukkan klaster di Michigan, West Virginia, Kentucky, dan Ohio kemungkinan berasal dari satu sumber, namun kasus di negara bagian lain belum terhubung ke klaster tersebut.
CDC memperkirakan laporan kasus akan terus bertambah hingga akhir Agustus, mengingat jeda sekitar enam minggu antara awal gejala dan pelaporan resmi. Artinya, angka terkonfirmasi saat ini baru mewakili sebagian kecil dari total infeksi aktual.
Osterholm memperkirakan klaster Michigan mungkin sudah berakhir karena umur simpan sayuran segar hanya sekitar tiga minggu. Namun Prater menegaskan FDA masih memeriksa banyak klaster dan sub-klaster, dan belum bisa menutup kemungkinan adanya penularan baru.
Bagi Indonesia, wabah ini mengingatkan pentingnya pengawasan ketat pada impor sayur-buah segar serta rantai pasokan domestik. Badan POM dan Kementeran Pertanian perlu memperkuat sistem traceability dan laboratorium pengujian parasit agar dapat mendeteksi ancaman serupa sebelum menyebar ke meja makan warga.
Langkah selanjutnya adalah peningkatan dana dan personel untuk program keamanan pangan federal dan negara bagian, sebagaimana diusulkan Senator Amy Klobuchar. Investigasi berlanjut akan menentukan apakah wabah ini benar-benar terkendali atau akan meluas ke wilayah lain, termasuk potensi dampak pada perdagangan pangan global.