Kader senior PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, akhirnya memberikan klarifikasi terkait tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat (12/6) lalu. Mantan Gubernur Lemhanas ini secara tegas membantah keterlibatannya dalam aksi tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Andi saat ditemui usai menghadiri acara bedah buku Mahfud MD di Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (6/7). Andi menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi kejadian murni karena kebetulan dan tidak memiliki agenda politik apa pun terkait unjuk rasa yang berlangsung.
Menurut penuturan Andi, saat itu dirinya sedang menikmati makan siang di sekitar lokasi. Ia mengaku terkejut ketika mendengar suara bising dari massa aksi yang berhasil mencapai kawasan Bundaran HI, mengingat area tersebut biasanya steril dari aksi unjuk rasa. Kehadirannya di sana, klaim Andi, hanya didasari rasa penasaran sebagai warga negara yang heran melihat massa aksi bisa menembus pengamanan hingga ke jantung ibu kota.
Lebih lanjut, Andi menekankan bahwa tidak ada interaksi apa pun antara dirinya dengan para peserta aksi, baik sebelum maupun sesudah kejadian. Ia membantah keras jika keberadaannya di lokasi tersebut ditafsirkan sebagai bentuk dukungan atau representasi sikap politik PDI Perjuangan terhadap aspirasi mahasiswa tersebut.
Isu ini sebelumnya sempat memicu ketegangan di antara partai-partai koalisi pemerintah. Sejumlah elite politik, termasuk dari PKB dan Golkar, sempat melontarkan kritik dan sindiran terhadap sikap PDI Perjuangan yang dianggap tidak tegas atau 'abu-abu' dalam posisinya di pemerintahan. Pihak DPP PDI Perjuangan melalui Ketua DPP, Said Abdullah, telah mengonfirmasi bahwa partainya tidak mengorganisir aksi tersebut.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, turut memberikan respons singkat terkait berbagai kritik yang ditujukan kepada partainya. Usai memimpin rapat paripurna di DPR RI, Puan membantah bahwa partainya bersikap mendua. Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan memiliki posisi politik yang jelas dan konsisten dalam menyikapi dinamika yang terjadi di tengah masyarakat.