Arsenal memulai pertahanan gelar Premier League pertamanya dalam 22 tahun dengan laga pembuka kontra Coventry City di Stadion Emirates pada Jumat ini. Setelah meraih gelar pertama sejak 1998, The Gunners kini menatap dua ambisi besar: mempertahankan gelar domestik dan akhirnya meraih trofi Liga Champions yang selama 58 tahun jadi mimpi belum terwujud.
Musim lalu, Arsenal sempat berada di ambang kemenangan Liga Champions usai melaju ke final kontra PSG. Sayangnya, kekalahan pada akhir penalti di Budapest menjadi luka yang dalam. Dengan 226 pertandingan di kompetisi raksasa Eropa, Arsenal tetap menjadi klub dengan rekor penampilan terbanyak tanpa pernah menjadi juara.
Di bawah asuhan Mikel Arteta selama hampir tujuh tahun, Arsenal kini lebih matang baik secara taktik maupun mental. Kekuatan kolektif yang telah terukir sejak musim 2022-23 kini diperkokat dengan rekrutmen strategis. Pemasangan Bruno Guimaraes dari Newcastle seharga 75 juta pound sterling menjadi simbol komitmen klub untuk bersaing di puncak.
Guimaraes bukan sekadar penambah opsi di lini tengah. Sebagai mantan kapten Newcastle, kehadirannya memberi dimensi baru bagi skuad asal North London. Di laga Community Shield kontra Manchester City, ia tampil impresif dengan tackle kunci dan distribusi yang tepat. Kehadirannya juga membantu mengurangi beban Declan Rice, yang cidera pada akhir musim lalu dan saat Piala Dunia.
Namun, kekuatan Arsenal juga memiliki titik lemah. Cedera panjang pada William Saliba menjadi ancaman serius bagi lini belakang yang gemar kemas. Musim lalu, The Gunners berhasil mencatatkan 27 gol kebobolan — angka terbaik sejak 2005. Tanpa Saliba, kedalaman skuad di posisi sentral bisa terganggu.
Di sisi lain, performa ofensif semakin dinamis berkat rekrutmen Christos Tzolis dari Gent. Pengganti langsung Leandro Trossard yang beralih ke Brighton, Tzolis membawa kecepatan dan variasi serangan dari sisi flank kanan. Kombinasi ini diharapkan bisa menyeimbangkan serangan yang selama ini sangat bergantung pada sayap Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli.
Pertarungan untuk trofi Liga Champions kini semakin ketat. PSG yang kembali menjadi juara bertahan, Bayern Munich yang sempat menantang di semifinal, hingga Real Madrid dan Manchester City sebagai favorit tradisional. Arsenal harus menemukan “gear ekstra” yang selama ini belum pernah mereka tunjukkan di pentas Eropa.
Mikel Arteta menegaskan komitmen timnya untuk terus berevolusi. “Kami harus membuktikan bahwa kami pantas berada di level ini dan ingin membawa klub ini ke dimensi yang berbeda,” ujar pelatih as Spanyol itu. Komunitas penggemar Arsenal, yang selama puluhan tahun menunggu kembali ke jajaran teratas Eropa, kini lebih optimis.
Sementara itu, sorotan juga akan tertuju pada perkembangan muda lokal seperti Max Dowman. Usia 16 tahun, Dowman sudah menjadi pahlawan setelah mencetak gol pemenangan kontra Everton di waktu injury time. Arteta secara selektif memasukkannya, tetap menyeimbangkan dengan kewajiban akademik dan pengembangan fisiknya.
Dari sudut pandang pasar Indonesia, minat akan sepak bola Inggris semakin meluas. Platform streaming lokal seperti Vidio dan Mola TV semakin banyak menyiarkan laga Premier League secara langsung. Kehadiran pemain Brasil seperti Guimaraes dan Gabriel Jesus semakin memperkuat daya tarik bagi fans di Tanah Air.
Tantangan regulasi wasit juga menjadi faktor tak terduga. Aturan baru terkait set-piece dan kontak fisik bisa memengaruhi gaya permainan Arsenal yang agresif di area tendangan bebas. Arteta harus menyesuaikan taktik agar tidak kalah dari wasit yang semakin ketat.
Pandangan ke depan, Arsenal diberi banyak ruang untuk meraih keduanya. Dengan skuad yang solid dan penguatan signifikan, The Gunners diproyeksikan sebagai salah satu kontendan kuat. Namun, konsistensi dan kebugaran menjadi kunci untuk menaklukkan tantangan domestik dan internasional sekaligus.
Kombinasi pengalaman dan ambisi baru membuat musim 2026-27 menjadi titik balik sejati bagi Arsenal. Jika Guimaraes berhasil mengisi celah di lini tengah, dan Gyokeres mampu menjadi penyerang konsisten, maka gelar juara Liga Champions mungkin tak lagi jadi mimpi yang jauh.