Bisnis & Startup

Aset Kelolaan Hong Kong Capai Rekor US$5,38 Triliun Berkat Minat Investor Tiongkok

Aset Kelolaan Hong Kong Capai Rekor US$5,38 Triliun Berkat Minat Investor Tiongkok

Ringkasan

  • Aset kelolaan di Hong Kong melonjak ke rekor US$5,38 triliun pada 2025, didorong oleh minat investor global terhadap pasar Tiongkok dan penguatan peran sebagai pusat kekayaan lintas batas.

Sektor manajemen aset dan kekayaan di Hong Kong berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tahun lalu. Lonjakan ini didorong oleh kembalinya minat investor global terhadap aset-aset asal Tiongkok, yang sekaligus mempertegas posisi Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional yang lebih unggul dibandingkan Swiss.

Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Securities and Futures Commission (SFC) pada hari Kamis, perusahaan-perusahaan keuangan di Hong Kong tercatat mengelola aset senilai HK$42,2 triliun atau setara dengan US$5,38 triliun. Angka ini mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 20 persen dibandingkan dengan puncak sebelumnya yang tercatat sebesar HK$35,5 triliun pada tahun 2024.

Pertumbuhan fenomenal ini didorong oleh ekspansi yang kuat dalam bisnis manajemen aset dan kekayaan pribadi. Regulator pasar modal Hong Kong mencatat bahwa kota tersebut berhasil membukukan arus masuk dana bersih atau net fund inflows sebesar lebih dari HK$2 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan luar biasa sebesar 193 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

SFC menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kepercayaan yang kokoh dari investor global, inovasi pasar yang terus dilakukan, serta ketersediaan talenta berkualitas di Hong Kong. Faktor-faktor inilah yang memperkuat ketahanan kota tersebut dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang sedang bergejolak.

Elisa Ng, Direktur Eksekutif Produk Investasi SFC, menegaskan komitmen lembaganya dalam pernyataan resmi. Ia mengatakan bahwa regulator akan terus melakukan penyempurnaan regulasi guna meningkatkan daya saing Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional utama dan pusat mata uang renminbi lepas pantai yang terdepan di dunia.

Data dari SFC ini senada dengan laporan dari Boston Consulting Group yang dirilis pada akhir Mei lalu. Laporan tersebut menempatkan Hong Kong sebagai pusat kekayaan lintas batas nomor satu di dunia pada tahun 2025, menggeser posisi Swiss yang sebelumnya memegang predikat tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama.

Mengapa Ini Penting

Keberhasilan Hong Kong menunjukkan bahwa daya tarik pasar Tiongkok masih menjadi magnet utama bagi arus modal global, yang penting untuk dicermati oleh pelaku pasar di Indonesia dalam memproyeksikan tren investasi di kawasan Asia. Selain itu, pergeseran pusat kekayaan global ini memberikan pelajaran strategis bagi Indonesia dalam memperkuat regulasi dan infrastruktur keuangan untuk meningkatkan daya saing di tingkat regional.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
2 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit