Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong pemerintah pusat untuk segera menetapkan Kiai Haji Muhammad Yusuf Hasyim sebagai pahlawan nasional. Langkah ini diambil setelah seluruh persyaratan administrasi dan dokumen sejarah dinyatakan lengkap.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengungkapkan, tahun lalu usulan KH Yusuf Hasyim sudah masuk 20 besar calon pahlawan nasional. Dengan kelengkapan berkas saat ini, pihaknya optimistis gelar tersebut bisa diraih pada tahun ini.
"Seluruh usulan, syarat-syarat, kemudian data sejarah sudah sangat lengkap. Tahun lalu sudah masuk 20 besar, sehingga mudah-mudahan tahun ini bisa mendapatkan gelar pahlawan nasional," ujar Adhy di Surabaya, Rabu (7/2023).
KH Muhammad Yusuf Hasyim, yang akrab disapa Pak Ud, merupakan putra dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari. Ia dikenal sebagai tokoh kharismatik yang aktif dalam perjuangan kemerdekaan dan pengembangan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Perjuangannya tidak hanya di medan perang, tetapi juga dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan dan agama. Sepanjang hidupnya, ia konsisten memperjuangkan kemaslahatan umat, baik melalui jalur dakwah maupun pendidikan.
Proses pengusulan gelar pahlawan nasional memang memerlukan waktu dan tahapan yang ketat. Pemerintah provinsi telah menyiapkan berkas secara menyeluruh, termasuk saksi sejarah, bukti perjuangan, serta rekomendasi dari lembaga terkait.
Tahun lalu, usulan KH Yusuf Hasyim berhasil menembus 20 besar, namun belum ditetapkan. Kini, Pemprov Jatim memperkuat pengajuan dengan melengkapi dokumen yang dibutuhkan serta terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial.
Dukungan masyarakat Jawa Timur juga mengalir deras. Banyak kalangan, termasuk tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan, berharap pemerintah pusat segera mengabulkan permohonan ini. Mereka menilai Pak Ud layak menyandang gelar pahlawan nasional berkat jasanya yang besar.
Menurut Adhy, perhatian publik melalui pemberitaan media diharapkan dapat memperkuat usulan tersebut. "Masyarakat Jawa Timur sangat menginginkan perjuangan Kiai Haji Muhammad Yusuf Hasyim kali ini mendapatkan gelar pahlawan nasional," tegasnya.
Pengakuan sebagai pahlawan nasional bukan sekadar seremoni. Bagi Provinsi Jawa Timur, penghargaan ini akan memperkuat identitas daerah dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk meneladani semangat perjuangan sang kiai.
Di sisi lain, penetapan pahlawan nasional dari kalangan ulama dinilai penting untuk menjaga narasi kebangsaan yang inklusif. KH Yusuf Hasyim adalah contoh nyata bahwa perjuangan kemerdekaan tidak lepas dari peran tokoh agama.
Ke depan, Pemprov Jatim berencana terus mengingatkan pemerintah pusat menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November. Jika usulan ini disetujui, nama KH Yusuf Hasyim akan menambah deretan pahlawan nasional asal Jawa Timur, sekaligus melanjutkan warisan perjuangan keluarga Hasyim Asy'ari.
Proses verifikasi akhir masih menunggu keputusan Presiden setelah mendapat rekomendasi dari Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Semua pihak berharap hasilnya dapat diumumkan bersamaan dengan momentum Hari Pahlawan tahun ini.