Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengonfirmasi bahwa kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kini telah terpenuhi secara berkala. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi musim kemarau yang menyebabkan sumber air utama warga mengalami kekeringan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa distribusi air bersih ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar pokok harian warga. Pihak BPBD setempat saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memetakan wilayah yang paling membutuhkan bantuan agar bantuan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran.
Di Kabupaten Semarang, fokus penyaluran bantuan diarahkan ke Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono. Langkah ini diambil setelah adanya laporan dari warga setempat mengenai dampak kekeringan yang dirasakan sejak awal Juli. Tim BPBD Kabupaten Semarang telah mengirimkan dua unit mobil tangki dengan total kapasitas 10.000 liter air bersih untuk warga di Dusun Ngoho.
Berdasarkan data dari Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, bantuan tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan harian setidaknya 60 kepala keluarga atau sekitar 84 jiwa penduduk setempat. Distribusi ini diharapkan mampu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sanitasi dan konsumsi selama periode puncak kemarau.
Sementara itu, di Kabupaten Pasuruan, upaya penanganan difokuskan pada dua titik yang mengalami dampak kekeringan cukup parah, yakni Dusun Krajan 5 dan Dusun Grobyok di Desa Kadungrejo, Kecamatan Winongan. Tim BPBD Pasuruan telah melakukan pengiriman air bersih sebanyak empat rit menggunakan armada mobil tangki serta tandon air berkapasitas lebih dari 1.000 liter.
Langkah darurat ini dirancang untuk melayani kebutuhan dasar bagi sekitar 240 kepala keluarga di wilayah tersebut. BNPB terus memantau perkembangan situasi kekeringan di berbagai daerah di Jawa dan menginstruksikan pemerintah daerah untuk terus memperketat pengawasan serta memetakan sumber air yang masih tersedia sebagai antisipasi berkepanjangan.