Berita

BPBD Cilacap Salurkan 117 Ribu Liter Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

BPBD Cilacap Salurkan 117 Ribu Liter Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

Ringkasan

  • BPBD Kabupaten Cilacap menyalurkan 117.000 liter air bersih untuk 3.942 jiwa di delapan desa yang dilanda kekeringan akibat kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mencatat sebanyak delapan desa yang tersebar di enam kecamatan telah terdampak kekeringan hingga awal Juli 2026. Situasi ini mendorong pemerintah setempat untuk mengambil langkah cepat guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah penurunan debit air bersih.

Hingga tanggal 2 Juli 2026, BPBD Kabupaten Cilacap telah mendistribusikan bantuan sebanyak 117.000 liter air bersih atau setara dengan 24 tangki. Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban 1.063 keluarga atau sekitar 3.942 jiwa yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang mulai melanda wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, merinci bahwa penyaluran air bersih dilakukan secara intensif ke berbagai wilayah, termasuk Desa Klumprit dan Kedungbenda di Kecamatan Nusawungu, serta Desa Karangkemiri di Kecamatan Jeruklegi. Selain itu, desa-desa lain seperti Cinangsi, Cimrutu, Rawaapu, Ujungalang, dan Karangbenda juga mendapatkan perhatian serupa dalam distribusi bantuan ini.

Kondisi paling memprihatinkan ditemukan di Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampunglaut. Warga di wilayah tersebut terpaksa menempuh jarak jauh menggunakan perahu hanya untuk mendapatkan air bersih. Krisis ini berdampak pada 70 keluarga, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil, lanjut usia, dan balita, yang membutuhkan akses air bersih secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan oleh tim BPBD bersama perangkat desa setempat, penurunan debit sumber air menjadi pemicu utama kelangkaan air bersih. Pihak BPBD kini terus memantau perkembangan situasi kekeringan di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap dan telah menyiagakan armada tangki air guna merespons kebutuhan masyarakat yang sewaktu-waktu bisa meningkat.

Taryo mengimbau kepada pemerintah desa dan seluruh lapisan masyarakat agar tidak ragu untuk segera melapor jika mengalami kesulitan akses air bersih. Laporan yang cepat dan akurat sangat krusial agar bantuan dapat segera disalurkan secara tepat sasaran, sehingga dampak negatif dari musim kemarau ini dapat diminimalisir sedini mungkin.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti kerentanan infrastruktur air di daerah terhadap perubahan iklim dan musim kemarau ekstrem. Pemantauan data secara real-time dan respons cepat dari instansi terkait menjadi krusial dalam mitigasi bencana guna mencegah krisis kesehatan masyarakat di tingkat lokal.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit