Bisnis & Startup

Currys Peringatkan Kelangkaan Chip Memori Bakal Picu Kenaikan Harga Elektronik

Currys Peringatkan Kelangkaan Chip Memori Bakal Picu Kenaikan Harga Elektronik

Ringkasan

  • Currys memperingatkan bahwa kelangkaan chip memori akibat ledakan permintaan AI akan memicu kenaikan harga ponsel dan laptop di pasar global.

London – Currys, peritel elektronik konsumen terbesar di Inggris, mengeluarkan peringatan mengenai potensi lonjakan harga perangkat elektronik dalam beberapa bulan ke depan. CEO Currys, Alex Baldock, menyatakan bahwa dunia kini menghadapi tantangan pasokan chip memori yang semakin ketat, yang diprediksi akan berdampak langsung pada biaya produksi ponsel pintar, laptop, dan berbagai perangkat elektronik lainnya.

Menurut Baldock, fenomena ini dipicu oleh tingginya permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pusat data (data center) yang mengonsumsi pasokan silikon global dalam jumlah sangat besar. Akibatnya, alokasi chip untuk perangkat konsumen seperti ponsel dan laptop menjadi terbatas, yang pada akhirnya akan menyebabkan kesulitan ketersediaan barang serta inflasi biaya produksi di pasar ritel menjelang akhir tahun ini.

Di tengah kekhawatiran global tersebut, laporan yang didanai oleh Uni Eropa turut menyoroti kerentanan industri chip di Eropa. Ketergantungan pada teknologi Amerika Serikat serta kontrol ekspor dari Tiongkok dinilai dapat menghambat kemajuan industri semikonduktor di Eropa. Para pakar memperingatkan perlunya penguatan pasokan domestik agar industri teknologi di kawasan tersebut tidak terpuruk dalam jangka panjang.

Menanggapi situasi ini, pihak Currys telah mengambil langkah antisipatif dengan memanfaatkan kekuatan daya beli mereka sebagai pemimpin pasar. Perusahaan menyatakan telah melakukan pembelian lebih awal untuk memastikan stok barang tetap aman. Baldock mengonfirmasi bahwa pasokan komputer dan ponsel di gerai mereka dipastikan aman setidaknya hingga bulan September mendatang, meskipun ia mengakui belum bisa memperkirakan skala kenaikan harga yang tepat nantinya.

Di sisi lain, Currys baru saja melaporkan kinerja keuangan tahunan yang cukup solid. Perusahaan mencatat kenaikan laba sebesar 18 persen untuk tahun fiskal 2025/2026 dengan total pendapatan mencapai 9,25 miliar poundsterling. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja positif di pasar Inggris, Irlandia, serta wilayah Nordik, di mana permintaan terhadap produk seperti televisi layar lebar, alat rumah tangga, hingga perangkat pendingin ruangan melonjak tajam.

Pergantian kepemimpinan juga akan segera terjadi di Currys, di mana Fredrik Tønnesen akan menggantikan Alex Baldock sebagai CEO grup. Baldock, yang telah memimpin selama delapan tahun dan berhasil melakukan transformasi besar pada perusahaan, dijadwalkan akan meninggalkan jabatannya pada akhir Agustus untuk menempati posisi baru di peritel kesehatan dan kecantikan, Boots, pada musim gugur mendatang.

Mengapa Ini Penting

Kenaikan harga komponen chip global berpotensi berdampak pada harga jual gadget di Indonesia karena ketergantungan pada rantai pasok internasional. Industri teknologi dan konsumen tanah air perlu mewaspadai tren inflasi barang elektronik di kuartal terakhir tahun ini.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
2 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit