Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri acara open house Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta pada Jumat (3/7). Dalam momen yang penuh emosional tersebut, Pramono mengaku sempat meneteskan air mata saat mengenang kembali masa kecilnya yang penuh dengan keterbatasan ekonomi. Ia hadir didampingi oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), serta sejumlah orang tua siswa yang menyambut hangat kedatangan para pejabat tersebut.
Dalam sambutannya, Pramono menekankan bahwa pendidikan merupakan instrumen investasi jangka panjang yang paling efektif untuk mengubah nasib sebuah keluarga. Ia berbagi kisah pribadinya tentang bagaimana bantuan beasiswa dari pemerintah di masa lalu menjadi penyelamat yang memungkinkannya untuk menempuh pendidikan hingga ke jenjang tinggi. Baginya, melihat semangat para siswa Sekolah Rakyat saat ini memberikan optimisme tersendiri akan masa depan bangsa.
Sebelum acara dimulai, Pramono sempat berinteraksi secara personal dengan salah satu siswa bernama Muhammad Sesa, yang sempat mengalami putus sekolah. Dalam dialog singkat tersebut, Sesa mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa kembali mendapatkan akses pendidikan formal. Pramono memberikan apresiasi atas kejujuran dan semangat juang Sesa, sekaligus menitipkan pesan agar ia terus tekun dalam menuntut ilmu.
Menanggapi kebutuhan pendidikan di Ibu Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Sekolah Rakyat. Pramono mengungkapkan rencana kolaboratif bersama Kementerian Sosial untuk menambah kapasitas tampung siswa hingga seribu orang di wilayah Jakarta, guna memastikan lebih banyak anak yang mendapatkan akses pendidikan berkualitas.
Di sisi lain, Menteri Sosial Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan. Program ini dirancang secara komprehensif dengan mengintegrasikan pendidikan anak serta pemberdayaan ekonomi orang tua. Melalui pendekatan ini, diharapkan keluarga siswa dapat mencapai kemandirian ekonomi sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial secara terus-menerus.
Selain pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, pemerintah juga berencana melakukan perbaikan rumah tinggal keluarga siswa agar lebih layak huni. Gus Ipul menegaskan bahwa sinergi antara Pemprov DKI dan pemerintah pusat ini bertujuan agar ketika anak-anak lulus sekolah, mereka memiliki masa depan yang cerah, sementara orang tua mereka telah memiliki kemandirian finansial yang lebih baik, dengan opsi melanjutkan studi ke perguruan tinggi bagi para lulusan.