Bisnis & Startup

HIPMI Puji Fondasi Ekonomi dan Investasi Dua Tahun Era Prabowo-Gibran

HIPMI Puji Fondasi Ekonomi dan Investasi Dua Tahun Era Prabowo-Gibran

Ringkasan

  • HIPMI mengapresiasi capaian ekonomi dan investasi sebesar Rp3.923,2 triliun selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai berhasil memperkuat fondasi nasional.

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) secara resmi memberikan apresiasi atas capaian ekonomi dan realisasi investasi nasional selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Organisasi pengusaha muda ini menilai kebijakan yang diusung pemerintah telah berhasil memperkuat fondasi perekonomian di tengah tantangan global yang dinamis.

Ketua Umum BPP HIPMI, Ade Jona Prasetyo, menyoroti sejumlah indikator positif yang menjadi katalisator bagi dunia usaha. Menurutnya, pertumbuhan investasi, konsistensi hilirisasi, pemerataan pembangunan, hingga perluasan lapangan kerja merupakan modal krusial yang membangun optimisme pelaku usaha nasional.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi yang fantastis sebesar Rp3.923,2 triliun sepanjang periode Oktober 2024 hingga September 2026. Angka ini tidak hanya menunjukkan angka di atas kertas, tetapi juga berdampak nyata pada penyerapan tenaga kerja yang mencapai 5,48 juta orang.

Salah satu poin yang paling diapresiasi HIPMI adalah pergeseran fokus investasi yang tidak lagi sentralistik di Pulau Jawa. Sebanyak 51,8 persen atau senilai Rp2.031 triliun investasi kini telah mengalir ke luar Pulau Jawa, sebuah sinyal positif bagi pemerataan ekonomi daerah yang selama ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia.

Dari sisi makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat stabil dan menunjukkan tren kenaikan. Pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,11 persen sepanjang 2025, meningkat dari 5,03 persen pada tahun sebelumnya. Tren ini berlanjut pada triwulan II 2026 yang tumbuh 5,29 persen, dengan akumulasi semester I 2026 mencapai 5,45 persen.

Keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi pemerintah dalam mendorong kebijakan hilirisasi. Sektor hilirisasi menyumbang Rp480 triliun atau 31,2 persen dari total investasi nasional dalam sembilan bulan pertama 2026. Strategi ini dipandang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas domestik sekaligus memperkuat struktur industri nasional agar tidak sekadar menjadi eksportir bahan mentah.

Di sisi kesejahteraan, pemerintah juga berhasil menekan tingkat kemiskinan menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, dengan jumlah penduduk miskin di angka 22,93 juta jiwa. HIPMI menekankan pentingnya sinergi antara perlindungan sosial dan pengembangan ekonomi desa guna memastikan pertumbuhan ekonomi bersifat inklusif.

Bagi dunia usaha, capaian tersebut menjadi legitimasi akan pentingnya keberlanjutan kebijakan. Ade Jona menekankan bahwa kepercayaan investor sangat bergantung pada kepastian regulasi dan kemudahan perizinan yang terus dibenahi pemerintah dalam dua tahun terakhir.

HIPMI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor riil. Fokus ke depan bagi dunia usaha adalah meningkatkan daya saing industri, efisiensi logistik, dan keterlibatan lebih luas bagi pengusaha lokal serta UMKM dalam rantai pasok proyek strategis nasional.

Meski telah mencatat angka pertumbuhan yang solid, pekerjaan rumah masih menumpuk. Tantangan ke depan meliputi peningkatan kualitas tenaga kerja agar relevan dengan kebutuhan industri modern serta memperluas akses pembiayaan yang lebih produktif bagi para pelaku usaha kecil.

Optimisme pelaku usaha kini berada pada level yang cukup tinggi. Ke depan, HIPMI berharap momentum ini dapat dipertahankan melalui penyederhanaan birokrasi yang lebih masif, sehingga iklim investasi Indonesia semakin kompetitif di kancah global.

Pada akhirnya, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta akan menjadi penentu apakah Indonesia mampu mempertahankan tren pertumbuhan ini di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. HIPMI optimis bahwa dengan dukungan kebijakan yang tepat, Indonesia akan mampu melahirkan lebih banyak pengusaha baru yang tangguh dan berdaya saing tinggi.

Mengapa Ini Penting

Berita ini krusial karena merefleksikan sentimen sektor swasta terhadap keberlangsungan kebijakan ekonomi pemerintah. Keberhasilan investasi di luar Jawa menjadi indikator bahwa pemerataan pembangunan mulai dirasakan, yang berpotensi mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah. Bagi masyarakat, ini berarti potensi lapangan kerja baru yang lebih tersebar, bukan hanya terpusat di kawasan industri tradisional.

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "HIPMI Puji Fondasi Ekonomi dan Investasi Dua Tahun Era Prabowo-Gibran"?

HIPMI mengapresiasi capaian ekonomi dan investasi sebesar Rp3.923,2 triliun selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai berhasil memperkuat fondasi nasional.

Mengapa Bisnis & Startup ini penting?

Berita ini krusial karena merefleksikan sentimen sektor swasta terhadap keberlangsungan kebijakan ekonomi pemerintah. Keberhasilan investasi di luar Jawa menjadi indikator bahwa pemerataan pembangunan mulai dirasakan, yang berpotensi mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah. Bagi masyarakat, ini berarti potensi lapangan kerja baru yang lebih tersebar, bukan hanya terpusat di kawasan industri tr

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
1 jam lalu
Waktu Baca
4 menit