Bisnis & Startup

Perkuat Arus Investasi, HKI Resmikan Kantor Perwakilan di Shenzhen

Perkuat Arus Investasi, HKI Resmikan Kantor Perwakilan di Shenzhen

Ringkasan

  • Himpunan Kawasan Industri (HKI) membuka kantor perwakilan di Shenzhen guna menarik investasi manufaktur China ke kawasan industri Indonesia.

Himpunan Kawasan Industri (HKI) secara resmi memperluas jangkauan operasionalnya ke pasar internasional dengan meresmikan kantor perwakilan di Shenzhen, China. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat arus investasi, mendorong relokasi industri, serta mempererat kolaborasi pengembangan kawasan industri antara Indonesia dan China. Peresmian ini dilakukan di tengah momentum penyelenggaraan APEC SME Business Forum 2026 yang berlangsung di kota tersebut.

Wakil Ketua HKI Bidang Perhubungan, Logistik, dan Kawasan Industri Spesifik, Adi Saputra Tedja Surya, menegaskan bahwa kawasan industri modern tidak boleh lagi beroperasi secara eksklusif hanya bagi perusahaan skala besar. Menurutnya, masa depan industri di Indonesia harus lebih inklusif dengan menciptakan ekosistem yang mampu merangkul usaha kecil dan menengah (UKM) agar dapat tumbuh berdampingan secara simbiotik dengan korporasi besar.

Kantor perwakilan HKI di Shenzhen diproyeksikan menjadi pusat koordinasi strategis yang menjembatani investor China yang berniat melakukan ekspansi manufaktur ke Indonesia. Dengan mengelola lebih dari 175 kawasan industri yang mencakup total luas lahan lebih dari 220.000 hektare, HKI menawarkan basis operasional yang luas bagi investor mancanegara yang ingin memanfaatkan potensi pasar domestik Indonesia yang terus berkembang.

Dalam kesempatan yang sama, HKI juga meluncurkan Shenzhen One Gate Halal Center (SOGHC) sebagai platform pendukung perdagangan yang krusial. SOGHC hadir untuk memfasilitasi perusahaan asing dalam menavigasi regulasi serta sertifikasi halal di Indonesia. Sebagai entitas yang terakreditasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), SOGHC akan memberikan layanan audit dan pendampingan teknis agar proses administrasi lebih efisien bagi investor.

Langkah ini dinilai sangat vital mengingat sektor manufaktur saat ini menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi sekitar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sinergi antara kantor perwakilan HKI dan SOGHC diharapkan mampu memberikan kepastian hukum serta kemudahan akses pasar bagi investor, mengingat Indonesia memiliki basis konsumen Muslim yang sangat besar, mencapai 242,7 juta jiwa.

Partisipasi aktif HKI dalam forum internasional seperti APEC SME Business Forum 2026 mempertegas ambisi Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam ekosistem industri di kawasan Asia-Pasifik. Dengan mempermudah akses investasi dan memastikan standar regulasi terpenuhi sejak tahap awal, HKI optimistis dapat menarik lebih banyak manufaktur berkualitas yang mendukung transformasi industri berkelanjutan di Tanah Air.

Mengapa Ini Penting

Langkah ini membuka peluang besar bagi transfer teknologi dan relokasi industri dari China ke Indonesia, yang krusial untuk mempercepat hilirisasi ekonomi. Selain itu, kehadiran pusat layanan sertifikasi halal terintegrasi akan mengurangi hambatan birokrasi bagi investor global dalam menembus pasar domestik yang luas.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit