Internasional

Hong Kong Gelar Perayaan Meriah Peringati 29 Tahun Kembali ke China

Hong Kong Gelar Perayaan Meriah Peringati 29 Tahun Kembali ke China

Ringkasan

  • Hong Kong merayakan 29 tahun kembalinya ke China dengan rangkaian acara meriah, mulai dari upacara bendera, festival budaya, hingga akses museum gratis bagi warga.

Hong Kong resmi memperingati 29 tahun kembalinya wilayah tersebut ke pangkuan China pada Rabu (1/7). Perayaan yang berlangsung sepanjang hari ini dipusatkan pada penguatan identitas nasional melalui serangkaian kegiatan mulai dari upacara kenegaraan hingga festival hiburan rakyat yang tersebar di seluruh penjuru kota.

Agenda utama diawali dengan upacara pengibaran bendera di Golden Bauhinia Square, Wan Chai, pada pukul 08.00 waktu setempat. Acara kemudian dilanjutkan dengan resepsi formal di Hong Kong Convention and Exhibition Center yang dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi pemerintah Daerah Administratif Khusus (SAR) Hong Kong serta para pemangku kepentingan dari berbagai sektor strategis.

Dalam pidato resminya, Kepala Eksekutif SAR Hong Kong, John Lee, menekankan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan memastikan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh warga. Lee menegaskan bahwa Hong Kong akan terus mengoptimalkan posisinya sebagai jembatan penghubung antara China Daratan dengan pasar global, sembari memanfaatkan peluang emas dari pembangunan nasional China.

Suasana perayaan semakin khidmat dengan pesan khusus dari luar angkasa. Astronaut pertama asal Hong Kong, Lai Ka-ying, mengirimkan salam hangat dari stasiun luar angkasa Tiangong. Melalui tautan video yang diputar saat resepsi, ia membentangkan bendera regional Hong Kong sebagai simbol kebanggaan dan rasa terima kasih yang mendalam kepada negara.

Partisipasi masyarakat terlihat sangat antusias di berbagai titik. Di Victoria Harbor, parade kapal penangkap ikan menarik perhatian warga, sementara di dermaga Tsim Sha Tsui, pertunjukan flash mob lagu-lagu patriotik sukses memicu antusiasme publik. Selain itu, ajang pacuan kuda di Sha Tin Racecourse dipadati puluhan ribu pengunjung yang telah menjadikan kegiatan ini sebagai tradisi tahunan.

Sebagai upaya pemerintah dalam mendekatkan budaya kepada masyarakat, sejumlah fasilitas publik seperti Museum M+ dan Museum Istana Hong Kong dibuka secara gratis untuk umum. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sejarah dan budaya bagi generasi muda, sekaligus memperkuat rasa nasionalisme di tengah momentum perayaan tahunan yang bersejarah ini.

Mengapa Ini Penting

Stabilitas politik dan ekonomi Hong Kong sangat krusial bagi peta perdagangan di kawasan Asia, termasuk bagi pelaku bisnis Indonesia yang menjadikan Hong Kong sebagai pintu masuk investasi internasional. Pemahaman terhadap dinamika ini penting bagi pengambil kebijakan di Indonesia untuk memetakan peluang kolaborasi ekonomi yang lebih strategis di masa depan.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
2 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit