Berita

Jaksa Agung ST Burhanuddin Kembali ke Masa Sekolah di Reuni Akbar SMP Talaga

Jaksa Agung ST Burhanuddin Kembali ke Masa Sekolah di Reuni Akbar SMP Talaga

Ringkasan

  • Jaksa Agung ST Burhanuddin menghadiri Reuni Akbar SMP Talaga di Majalengka, menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di atas jabatan.

Jaksa Agung ST Burhanuddin kembali ke tanah kelahirannya untuk menghadiri Reuni Akbar SMP Talaga, Majalengka, yang diselenggarakan pada Minggu (5/7). Kehadiran orang nomor satu di Korps Adhyaksa ini disambut antusias oleh ribuan alumni yang memadati area sekolah. Dalam suasana yang hangat dan penuh nostalgia, Burhanuddin menanggalkan atribut jabatannya demi merajut kembali kenangan masa remaja.

Dalam pidato sambutannya, Burhanuddin menegaskan bahwa di hadapan para guru dan teman seangkatan, ia tidak memandang dirinya sebagai Jaksa Agung. Ia dengan rendah hati menyatakan bahwa dirinya hanyalah Sanitiar Burhanuddin, seorang mantan murid yang pernah menimba ilmu di sekolah tersebut puluhan tahun silam. Baginya, status jabatan hanyalah amanah yang tidak boleh merusak jalinan persaudaraan antar sesama alumni.

Ia mengenang masa-masa saat masih bersekolah, di mana ia kerap berlari di koridor sekolah, bercanda dengan teman sebaya, serta merajut mimpi tentang masa depan. Menurutnya, nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan keberanian dalam menegakkan kebenaran yang ia pegang saat ini, merupakan fondasi yang ditanamkan sejak dirinya belajar di SMP Negeri Talaga tersebut.

Lebih lanjut, Burhanuddin berpesan agar perbedaan profesi yang kini ditekuni oleh para alumni tidak menjadi penghalang dalam menjaga silaturahmi. Ia menekankan bahwa kekuasaan dan waktu tidak boleh memutus persaudaraan yang telah terjalin sejak masa remaja. Baginya, ikatan emosional sebagai sesama alumni jauh lebih berharga daripada jabatan yang diemban saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga secara terbuka meminta kepada seluruh alumni agar tidak merasa sungkan atau canggung saat bertemu dengannya di masa depan. Ia mempersilakan siapapun untuk menyapa dan berbincang dengannya seperti sedia kala. Hal ini menunjukkan sisi humanis dari seorang pejabat tinggi negara yang ingin tetap membumi dan menjaga kedekatan dengan lingkungan asal.

Reuni Akbar ini berlangsung dengan khidmat sejak pukul 08.00 WIB hingga 12.30 WIB. Tercatat sekitar 1.800 peserta yang berasal dari berbagai angkatan, mulai dari tahun 1967 hingga 2000, hadir untuk memeriahkan acara. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan seseorang tidak boleh membuatnya lupa akan akar dan komunitas tempat ia tumbuh dan berkembang.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti sisi humanis pejabat publik yang penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemimpin yang tetap membumi dan menghargai nilai-nilai akar rumput dapat menjadi teladan integritas bagi generasi muda.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
5 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit