Bisnis & Startup

Borong 6 Penghargaan Adinata Syariah 2026, Jawa Tengah Akselerasi Kawasan Industri Halal

Borong 6 Penghargaan Adinata Syariah 2026, Jawa Tengah Akselerasi Kawasan Industri Halal

Ringkasan

  • Jawa Tengah borong enam penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, memacu percepatan pembangunan kawasan industri halal sebagai pilar ekonomi baru.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang dihelat oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama CNN Indonesia di Jakarta, Senin (6/7), Jawa Tengah sukses memborong enam penghargaan prestisius. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, menerima langsung apresiasi tersebut di Auditorium Bank Mega.

Deretan penghargaan yang diraih meliputi Juara I kategori Keuangan Mikro Syariah, Juara II kategori Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), serta Juara II kategori Wakaf. Selain itu, Jawa Tengah juga menyabet Juara III untuk kategori Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal dan Ekonomi Pesantren, serta Juara IV untuk kategori Pariwisata Ramah Muslim. Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan Jateng dalam mengintegrasikan nilai-nilai syariah ke dalam sektor publik dan ekonomi riil.

Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi kolektif berbagai pemangku kepentingan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jateng, Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan. Menurutnya, penghargaan ini bukanlah ajang kompetisi semata, melainkan refleksi dari upaya bersama dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkeadilan bagi populasi muslim terbesar di dunia.

Lebih lanjut, Gus Yasin mengungkapkan bahwa raihan ini menjadi pelecut semangat bagi Pemprov Jateng untuk menuntaskan pekerjaan rumah utama, yakni menghadirkan kawasan industri halal di Jawa Tengah. Proyek ini diproyeksikan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah, selaras dengan visi pembangunan Jateng pada tahun 2027 yang menitikberatkan pada pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai pilar utama ekonomi.

Saat ini, proses realisasi kawasan industri halal tersebut sudah memasuki tahap awal. Pemprov Jateng telah menerima pemaparan konsep dari sejumlah pengelola kawasan industri dan tengah menjajaki pembahasan lebih mendalam mengenai lokasi strategis serta skema pengembangan yang paling efisien. Gubernur Ahmad Luthfi disebut memberikan dukungan penuh agar proyek ini dapat segera terwujud dalam waktu dekat guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah di kancah nasional maupun global.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan pesan penting terkait pengembangan ekonomi syariah ke depan. Beliau menekankan bahwa kemajuan ekonomi syariah tidak boleh hanya diukur dari besarnya aset atau pertumbuhan sektor keuangan semata. Nilai-nilai substantif seperti keadilan, kemaslah, kemaslahatan, keseimbangan, dan keberkahan harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas ekonomi syariah yang dijalankan di Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Inisiatif Jawa Tengah dalam membangun kawasan industri halal menunjukkan pergeseran strategis daerah dalam menangkap peluang pasar produk halal global. Keberhasilan ini menjadi model bagi provinsi lain dalam mengintegrasikan kebijakan ekonomi syariah ke dalam rencana pembangunan jangka panjang yang lebih berkelanjutan.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit