Bisnis & Startup

Cadangan Devisa Meningkat, Rupiah Menguat ke Level Rp17.980 per Dolar AS

Cadangan Devisa Meningkat, Rupiah Menguat ke Level Rp17.980 per Dolar AS

Ringkasan

  • Rupiah menguat ke Rp17.980 per dolar AS seiring dengan peningkatan cadangan devisa Indonesia yang mencapai 145,6 miliar dolar AS pada Juni 2026.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan Selasa sore. Mata uang Garuda berhasil menguat sebesar 15 poin atau 0,08 persen, membawa kurs rupiah ke posisi Rp17.980 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.995 per dolar AS. Penguatan ini memberikan sinyal positif di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih diliputi ketidakpastian.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa apresiasi rupiah kali ini dipicu oleh rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang menunjukkan tren kenaikan. Data ini menjadi sentimen positif yang cukup kuat bagi pasar, mengingat ini merupakan kenaikan pertama dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Respons pasar terhadap data fundamental ini menunjukkan kepercayaan investor yang kembali tumbuh terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Bank Indonesia (BI) secara resmi melaporkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai angka 145,6 miliar dolar AS. Angka tersebut mencatatkan kenaikan tipis sebesar 700 juta dolar AS jika dibandingkan dengan posisi pada akhir Mei 2026 yang sebesar 144,9 miliar dolar AS. Peningkatan ini didorong utamanya oleh penerimaan pajak serta sektor jasa yang berkontribusi positif terhadap cadangan kas negara.

Di balik kenaikan tersebut, Bank Indonesia tetap melakukan langkah-langkah strategis di tengah tantangan ekonomi global. Peningkatan cadangan devisa terjadi di tengah kewajiban pemerintah dalam melakukan pembayaran utang luar negeri serta intervensi kebijakan stabilisasi nilai tukar yang dilakukan BI guna meredam volatilitas akibat ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Secara fundamental, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 dinilai sangat aman. Dana tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi ini berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya dipatok pada angka 3 bulan impor, memberikan bantalan ekonomi yang kuat bagi Indonesia.

Meski demikian, pelaku pasar saat ini masih bersikap hati-hati atau wait and see menantikan rilis data ekonomi domestik lainnya, seperti indeks kepercayaan konsumen dan data penjualan ritel. Selain itu, investor juga tengah memantau perkembangan risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) untuk mendapatkan gambaran kebijakan moneter AS ke depan. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI pada hari yang sama juga terkonfirmasi menguat ke level Rp17.988 per dolar AS.

Mengapa Ini Penting

Penguatan cadangan devisa memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah fluktuasi global. Bagi sektor bisnis dan teknologi di Indonesia, stabilitas kurs rupiah yang terjaga sangat krusial untuk menekan biaya operasional impor komponen teknologi dan menjaga daya beli konsumen dalam ekosistem digital.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit